
HARI Raya Kurban pada hakikatnya adalah hari kemanusiaan. Dalam salah satu ceramahnya, ulama terkemuka M. Quraish Shihab pernah berpesan bahwa Iduladha membawa makna yang mendalam, yakni kerelaan mengorbankan ego pribadi demi kebaikan yang lebih besar.
Filosofi ini berakar kuat dari kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Ketika ketaatan diuji, Allah Swt mengganti sembelihan tersebut dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol kuat bahwa nyawa manusia sangatlah berharga dan wajib dihormati tanpa memandang suku maupun bangsa. Semangat kemanusiaan inilah yang menjadi napas bagi Dompet Dhuafa dalam menjalankan Program Tebar Hewan Kurban (THK) selama lebih dari tiga dekade, tepatnya sejak tahun 1994.
Manfaat Kurban Hingga Wilayah Sulit Dijangkau
Bagi Dompet Dhuafa, kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan komitmen nyata untuk menjembatani kebaikan dari masyarakat perkotaan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Pada tahun 1446 Hijriah (2025) lalu, amanah para pekurban tercatat tumbuh luar biasa sebesar 33,70%, dengan total 36.709 ekor setara domba/kambing yang berhasil disalurkan.
Dari total angka tersebut, sebanyak 28.445 ekor berasal dari Program THK dan 8.264 ekor melalui Mitra Jejaring Kurban. Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menekankan bahwa dampak kurban ini merasuk hingga ke akar rumput.
“Ini adalah hilirisasi zakat. Kurban menghidupkan ekonomi peternak lokal di berbagai daerah. Mereka mendapatkan penghasilan layak dan peningkatan taraf hidup yang nyata,” jelas Ahmad.
Kehangatan Iduladha benar-benar terasa hingga ke ujung timur Indonesia. Di Pulau Solor, Nusa Tenggara Timur, Mama Ratna, 60, tak mampu membendung rasa syukurnya. Setahun lamanya ia merindukan rasa daging, sebuah kemewahan yang sulit digapai karena kesehariannya yang bersahaja.
“Sering kami harus menahan lapar atau berpuasa demi bisa membeli beras. Senang sekali, akhirnya ada daging kurban setahun sekali,” ungkap Mama Ratna haru.
26 Tahun Menanti Euforia Ibadah Kurban
Kebahagiaan serupa juga pecah di Desa Bitorik, Maluku. Setelah menanti selama 26 tahun, euforia Iduladha kembali hadir melalui kiriman 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Warga setempat menyambutnya dengan penuh suka cita.
“Kami tak ingin menikmatinya sendiri. Daging ini kami bagikan juga ke desa-desa sekitar agar semua merasakan syukur yang sama,” ujar Muhammad Yasin, perwakilan warga setempat.
Pada tahun lalu, sebaran kurban Dompet Dhuafa telah menjangkau 26 provinsi, 250 kabupaten/kota, hingga lintas negara seperti Palestina, Somalia, dan Myanmar. Total penerima manfaat mencapai 2.036.320 jiwa. Berikut adalah alasan mengapa program ini terus berkembang:
| Berdayakan Peternak Lokal | Menggerakkan roda ekonomi di pedesaan secara langsung. |
| Jangkauan Luas | Menyasar wilayah pelosok yang sering terlupakan. |
| Transparan | Menyediakan laporan lengkap dan notifikasi tepat waktu kepada pekurban. |
| Praktis | Kemudahan berkurban hanya melalui smartphone. |
Sangat istimewa melihat bagaimana kurban mampu menghidupkan nilai kemanusiaan sekaligus aksi nyata hingga pelosok negeri. Memasuki tahun 2026 ini, sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk berkurban? Mari siapkan kendaraan terbaik Anda melalui platform digital resmi di digital.dompetdhuafa.org/kurban. (RO/E-4)
