Wednesday, September 23

Baru 30 Menit Diguyur Hujan, Bonalumban Tapteng Kembali Banjir


Ilustrasi(Medcom)

HUJAN deras yang mengguyur selama kurang lebih 30 menit kembali memicu kepanikan warga di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (23/9) malam. Kendati durasi hujan tergolong singkat, luapan air dengan cepat menggenangi permukiman penduduk.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 22.10 WIB memperlihatkan kesibukan warga yang berpacu dengan waktu memindahkan barang-barang dari area rumah yang terendam.

Tidak hanya perabotan, warga juga bergegas mengamankan hasil pertanian, khususnya padi yang baru saja dipanen, ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak terendam air.

Salah seorang warga Bonalumban, Santo Tua (50), mengaku harus bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan hasil panennya dari genangan.

“Kami terpaksa mengamankan padi yang baru dipanen. Kalau tidak segera diangkat, bisa terendam air,” ujar Santo.

Banjir berulang ini memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait efektivitas tanggul penahan banjir yang telah dibangun di kawasan tersebut. Santo menilai keberadaan infrastruktur tersebut belum memberikan solusi nyata bagi pemukiman mereka.

“Setelah tanggul dibangun, kami masih mengalami banjir ketika hujan deras. Kami mempertanyakan apakah tanggul dan sistem aliran airnya sudah sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Keluhan senada disampaikan Pesta Hutagalung, warga Kecamatan Tukka. Ia mendesak pihak berwenang untuk memberikan perhatian serius dan tidak mengabaikan ancaman banjir yang terus menghantui warga setiap kali hujan deras turun.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampaknya. Pemerintah perlu turun langsung melihat kondisi tanggul dan aliran air di lapangan,” ujarnya.

Pesta juga meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai efektivitas serta kondisi tanggul, sekaligus menyiapkan langkah konkret apabila infrastruktur tersebut dinilai belum optimal mengendalikan debit air.

Berulangnya genangan di Bonalumban mengindikasikan perlunya evaluasi teknis secara menyeluruh. Pemeriksaan mendalam terhadap kapasitas tanggul, sistem drainase, potensi sedimentasi, hingga dinamika perubahan aliran air menjadi mendesak dilakukan untuk memastikan akar masalah.

Warga kini berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi komprehensif, sehingga penanganan banjir tidak sebatas respons pasca-kejadian, melainkan pencegahan jangka panjang. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *