
TREN berburu barang mewah preloved kini tidak lagi sekadar soal gaya hidup, tetapi mulai menjelma menjadi bagian dari kultur kolektor urban. Fenomena itu terlihat melalui acara The Collectors Club yang digelar di Main Atrium PIK Avenue, Jakarta Utara, 27-31 Mei 2026.
Mengusung konsep luxury collectors playground, acara ini menghadirkan pengalaman berbeda daripada bazar fashion pada umumnya. Pengunjung tidak hanya berburu tas, jam tangan, sepatu, dan fashion branded, tetapi juga menikmati pameran seni, koleksi vintage, hingga tenant kuliner dalam satu ruang yang dirancang sebagai destinasi gaya hidup.
Sebanyak 48 tenant meramaikan acara yang menjadi refleksi meningkatnya minat masyarakat pada pasar barang mewah bekas berkualitas, terutama di tengah situasi ekonomi yang membuat konsumen semakin selektif dalam berbelanja.
Salah satu inisiator The Collectors Club, Andrew Hirawadi, mengatakan pemilihan kawasan PIK sengaja dilakukan untuk menangkap momentum libur panjang sekaligus mendorong wisata belanja di Jakarta Utara.
“Di saat ekonomi seperti ini, demand barang-barang preloved itu sedang baik dan naik. Dengan adanya kesempatan membeli barang second dengan harga yang good deal, justru peminatnya bertambah,” ujar Andrew, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, pasar preloved luxury kini mengalami pergeseran persepsi. Jika dahulu identik dengan barang bekas, kini produk-produk tersebut justru dipandang sebagai alternatif cerdas mendapatkan item eksklusif dengan harga lebih kompetitif.
Tak hanya fokus pada transaksi jual beli, penyelenggara juga mencoba menghadirkan pengalaman visual dan artistik bagi pengunjung. Inisiator lainnya, Revita Go, menilai unsur seni menjadi pembeda utama acara ini dibandingkan dengan pameran luxury lainnya.
Kolaborasi dengan sejumlah jenama seni seperti Emoti yang menghadirkan berbagai karya paintings dan sculpture, menciptakan atmosfer galeri modern.
“Kita harus tambah experience baru bagi pendatang. Jadi mereka datang enggak cuma belanja, mereka bisa menikmati situasi, foto-foto, melihat art, dan memanjakan mata,” kata Revita.
Di tengah maraknya kekhawatiran barang palsu pada pasar barang mewah bekas, aspek keaslian produk menjadi perhatian utama penyelenggara.
Ia menegaskan seluruh tenant yang terlibat telah melalui proses kurasi ketat dan memiliki rekam jejak terpercaya.
“Nomor satu yang kita utamakan adalah authenticity-nya. Peserta yang ikut acara ini adalah mereka yang terbukti tak pernah memiliki histori menjual produk palsu,” tegasnya.
Seluruh produk yang dipasarkan pun dilengkapi sertifikasi autentikasi. Penyelenggara memastikan akan meminta tenant menurunkan barang apabila ditemukan produk mencurigakan.
Revita menambahkan guna menarik minat pengunjung, panitia menghadirkan program Privilege Shopping. Setiap transaksi kelipatan Rp1 juta bakal mendapatkan kupon undian yang diundi pada hari terakhir acara.
Sebanyak lima pemenang bakal dipilih, dengan hadiah utama berupa art pieces Bearbrick limited edition senilai Rp13 juta.
“Melihat antusiasme pasar luxury preloved yang terus tumbuh, kami pun menargetkan kembali hadir pada Agustus 2026 untuk memperkuat posisi sebagai ruang berkumpul baru bagi kolektor barang mewah, pecinta seni, dan pemburu item langka di Jakarta,” pungkas Revita.(H-2)
