
SEBANYAK 200 warga atau sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran hebat di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, membutuhkan bantuan logistik mendesak. Hingga Jumat (29/5) siang, dilaporkan bahwa para pengungsi yang bertahan di posko sementara dilaporkan kekurangan pakaian layak pakai, selimut, hingga obat-obatan.
Kebakaran di Tambora, Jakarta Barat, terjadi Kamis (28/5) malam tersebut menghanguskan sedikitnya 27 hingga 30 rumah warga di wilayah RW 05. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah kipas angin merembet dengan cepat lantaran banyaknya material bangunan yang mudah terbakar di kawasan padat penduduk tersebut.
- Pakaian layak pakai (dewasa dan anak-anak)
- Selimut dan alas tidur
- Obat-obatan dan vitamin
- Perlengkapan bayi (popok dan susu)
- Logistik makanan siap saji
Kronologi dan Data Kerusakan
Berdasarkan data yang dihimpun, api mulai berkobar pada Kamis malam pukul 19.45 WIB. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dengan 100 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas baru berhasil memadamkan api secara total pada pukul 23.32 WIB setelah berjuang menembus gang sempit di pemukiman padat.
Rincian rumah yang terdampak di wilayah RW 05 meliputi:
| Wilayah (RT) | Jumlah Rumah Terbakar |
|---|---|
| RT 10 | 5 Rumah |
| RT 11 | 4 Rumah |
| RT 12 | 10 Rumah |
| RT 13 | 8 Rumah |
| Total | 27 Rumah |
Saat ini, para korban kebakaran di Tambora tersebar di dua titik pengungsian utama, yakni Musala Al-Karomah dan Musala Al-Hikmah. Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga melaporkan kehilangan harta benda berharga, termasuk sedikitnya empat unit sepeda motor yang hangus terbakar. Petugas pemadam berhasil memadamkan api Jumat (29/4) pagi guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang muncul kembali. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik guna mencegah terjadinya korsleting listrik serupa. (Metrotvnews.com/H-4)
