
PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky, melayangkan surat terbuka kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam surat sepanjang lebih dari 1.800 kata tersebut, Zelensky mengajak Putin untuk melakukan pertemuan tatap muka sebagai upaya baru mengakhiri perang di Eropa.
Zelensky menilai keliru jika mereka hanya duduk diam menunggu Amerika Serikat kembali fokus pada konflik ini, mengingat saat ini perhatian AS tengah tersedot pada isu Iran. Menurutnya, perdamaian hanya bisa dicapai melalui dialog langsung antara Ukraina dan Rusia. Zelensky mengusulkan agar negosiasi tersebut digelar di negara netral seperti Swiss atau Turki, disertai gencatan senjata penuh selama proses berlangsung.
“Bukannya kami di Ukraina peduli dengan nasib tentara Rusia setelah semua yang dibawa perang Anda ke negara kami. Namun saya peduli dengan rakyat Ukraina. Kami kehilangan rakyat kami, dan setiap kehilangan sangat menyakitkan bagi kami,” tulis Zelensky dalam suratnya.
Ia juga menambahkan bahwa rakyat Rusia kini mulai lelah dengan dampak perang, seperti serangan drone, kelangkaan bensin, dan lonjakan harga.
“Jangan takut untuk mengambil jalan keluar dari perang ini. Itulah hal utama yang dituntut dari Anda sekarang,” tegas Zelensky.
Respons Putin dan Keraguan Kremlin
Pihak Kremlin mengonfirmasi telah menerima surat tersebut dan menyatakan Putin akan segera diberi arahan terkait isinya. Di lain pihak, saat berbicara di hadapan jurnalis asing dalam forum ekonomi di St. Petersburg, Putin mengaku siap untuk mencapai kesepakatan, namun ia menekankan perlunya kompromi dari Ukraina.
Meski demikian, Putin langsung melontarkan keraguan terkait legalitas posisi Zelensky untuk melakukan kesepakatan hukum.
“Apakah Tuan Zelensky merupakan perwakilan sah dari Ukraina, ini adalah pertanyaan untuk para pengacara, untuk analisis hukum,” ujar Putin.
Selain itu, Putin memberi sinyal tetap ingin menguasai seluruh wilayah Donbas. Di sisi lain, Zelensky dalam suratnya membalas dengan menegaskan Rusia tidak akan pernah bisa merebut wilayah Donetsk.
Dukungan dari Donald Trump
Presiden AS Donald Trump menyambut baik langkah Zelensky dan mengeklaim AS memiliki peran besar dalam mendorong kedua negara mendekati perdamaian.
“Saya senang mereka mungkin berbicara tentang pertemuan. Saya pikir kita memiliki banyak andil dalam hal itu. Saya pikir akan sangat bagus jika mereka bertemu. Mereka harus melakukannya. Selesaikanlah,” kata Trump.
Kendati demikian, situasi di lapangan masih memanas. Bersamaan dengan momentum surat tersebut, Ukraina meluncurkan serangan drone ke pinggiran St. Petersburg dan wilayah Krimea yang menargetkan depot bahan bakar. Sementara itu, otoritas pro-Rusia di Krimea melaporkan empat orang tewas akibat serangan tersebut. (BBC/Z-2)
