Sunday, September 27

Planet LTT 9779 b Neptunus Ultra-Panas dengan Awan Mineral Silikat


Planet bernama LTT 9779 b ini memiliki suhu siang hari yang mendekati 2.000 derajat Celsius.(Dok. Benoit Gougeon, Universite de Montreal)

PARA astronom berhasil mengungkap detail baru mengenai LTT 9779 b, sebuah planet ekstrem yang dijuluki sebagai “Neptunus ultra-panas“. Berdasarkan pengamatan terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), planet ini diketahui memiliki suhu siang hari mencapai 2.000 derajat Celsius namun tetap diselimuti awan mineral yang sangat reflektif.

Penelitian yang dipublikasikan pada 18 Juni 2026 ini dipimpin oleh Louis-Philippe Coulombe dari Institut Trottier untuk Penelitian Eksoplanet (IREx), Universitas Montréal. Temuan ini menjadi unik karena LTT 9779 b mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, dengan waktu revolusi kurang dari satu hari bumi.

Kondisi ekstrem planet ini disebabkan oleh penguncian pasang surut (tidally locked), di mana satu sisi planet mengalami siang abadi sementara sisi lainnya berada dalam kegelapan total. Meski terpapar radiasi hebat, para peneliti mendeteksi adanya awan reflektif di wilayah barat planet yang sedikit lebih dingin.

Fakta Unik LTT 9779 b:

  • Suhu: Mendekati 2.000 derajat Celsius.
  • Komposisi Awan: Diduga tersusun dari material mineral silikat.
  • Lokasi: Berada di wilayah langka yang disebut “Gurun Neptunus Panas”.
  • Instrumen Pengamatan: Near Infrared Imager and Slitless Spectrograph (NIRISS) pada JWST.

“Planet ini menjadi laboratorium unik untuk memahami bagaimana awan dan perpindahan panas berinteraksi dalam atmosfer yang terpapar radiasi ekstrem,” ujar Coulombe dalam keterangannya. Ia mengibaratkan penemuan planet sebesar ini di dekat bintang induknya seperti menemukan bola salju yang belum meleleh di tengah api.

Selain awan mineral, tim peneliti juga mendeteksi keberadaan uap air di atmosfer planet tersebut. Distribusi panas di LTT 9779 b diketahui dipengaruhi oleh angin timur yang sangat kuat, yang mengangkut energi dari wilayah panas ke bagian lain planet, menciptakan pola cuaca yang kompleks.

Pengamatan dilakukan selama 22 jam penuh untuk memetakan variasi suhu dan komposisi atmosfer secara mendetail. Keberhasilan JWST dalam membedah karakteristik LTT 9779 b membuka jendela baru bagi para ilmuwan untuk memahami evolusi planet yang bertahan dalam kondisi lingkungan paling ekstrem di galaksi. (Sci Tech Daily/Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *