Sunday, September 27

Gaia20ehk Ungkap Bukti Tabrakan Planet yang Mirip Asal-usul Bulan


Impression of a suspected planetary collision around star Gaia20ehk in 2021.(Doc Andy Tzanidaki)

PARA astronom meyakini mereka telah menyaksikan tabrakan dua planet yang mengorbit sebuah bintang jauh bernama Gaia20ehk, yang berada sekitar 11.000 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan ini menarik perhatian karena peristiwa tersebut diduga memiliki kemiripan dengan tabrakan raksasa yang membentuk sistem Bumi-Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Gaia20ehk merupakan bintang deret utama yang mirip dengan Matahari dan seharusnya memancarkan cahaya yang stabil. Namun, saat meneliti data arsip teleskop dari tahun 2020, astronom Anastasios “Andy” Tzanidakis dari University of Washington menemukan pola aneh pada cahaya bintang tersebut.

“Output cahaya bintang ini awalnya sangat stabil. Namun sejak 2016 muncul beberapa penurunan kecerahan, lalu sekitar 2021 perilakunya benar-benar tidak biasa,” kata Tzanidakis.

Setelah dianalisis lebih lanjut, tim peneliti menyimpulkan bahwa kedipan cahaya tersebut kemungkinan disebabkan oleh debu dan pecahan batuan yang melintas di depan bintang. Material tersebut diduga berasal dari tabrakan dahsyat antara dua planet.

Untuk memastikan temuan itu, para astronom melakukan pengamatan menggunakan teleskop inframerah. Hasilnya menunjukkan peningkatan tajam cahaya inframerah saat cahaya tampak dari bintang mulai meredup.

Menurut para peneliti, fenomena tersebut mengindikasikan adanya material yang sangat panas akibat tumbukan besar. Mereka menduga kedua planet awalnya mengalami beberapa benturan kecil sebelum akhirnya bertabrakan secara katastrofik.

“Ketika cahaya tampak mulai meredup, cahaya inframerah justru meningkat drastis. Ini menunjukkan adanya material panas yang bersinar terang dalam spektrum inframerah,” jelas Tzanidakis.

Para ilmuwan mengatakan peristiwa ini memiliki kemiripan dengan teori pembentukan Bulan. Dalam teori tersebut, sebuah planet muda seukuran Mars yang dikenal sebagai Theia menabrak Bumi purba, menghasilkan material yang kemudian membentuk Bulan.

Menariknya, awan debu hasil tabrakan di sekitar Gaia20ehk berada pada jarak sekitar satu satuan astronomi (AU) dari bintangnya, hampir sama dengan jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Dalam jutaan tahun mendatang, material tersebut berpotensi mendingin dan membentuk sistem planet-bulan baru.

Peneliti senior James Davenport mengatakan pengamatan seperti ini sangat berharga untuk memahami bagaimana planet terbentuk dan berevolusi.

“Jika kita dapat mengamati lebih banyak peristiwa seperti ini di galaksi, kita akan belajar banyak tentang bagaimana dunia kita terbentuk,” ujarnya.

Para astronom menilai peluang menyaksikan tabrakan planet secara langsung sangat kecil karena membutuhkan posisi yang tepat serta pengamatan jangka panjang. Karena itu, penemuan Gaia20ehk menjadi salah satu bukti paling langka dan penting mengenai proses pembentukan planet yang pernah diamati secara nyata.

Sumber: BBC Sky At Night Magazine



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *