Sunday, September 27

Kurang Tidur Merusak Memori Otak Kombinasi Olahraga dan Tidur Siang Jadi Solusinya


Ilustrasi(Magnific)

KURANG tidur kerap dianggap masalah sepele dalam kehidupan modern yang serba cepat. Padahal, kurangnya waktu istirahat malam dapat berdampak buruk secara langsung pada fungsi kognitif otak, khususnya dalam proses pembentukan dan penyimpan daya ingat (memori).

Riset terbaru di bidang kesehatan dan kebugaran (wellness) mengungkapkan bahwa gangguan tidur menghambat kemampuan otak dalam mengonsolidasikan informasi baru yang dipelajari sepanjang hari. Saat seseorang mengalami defisit tidur, sel-sel saraf di area hippocampus, pusat kendali memori di otak, mengalami penurunan performa secara signifikan.

Kondisi ini membuat seseorang menjadi mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi atau mengambil keputusan.

Sinergi Olahraga dan Tidur Siang

Meski tidur malam yang cukup tetap menjadi kebutuhan utama yang tak tergantikan, para peneliti menemukan cara efektif untuk meminimalkan dampak buruk dari kurang tidur. Kombinasi antara aktivitas fisik (olahraga) dan tidur siang (nap) terbukti mampu memulihkan sebagian fungsi memori yang terganggu.

Olahraga teratur merangsang pelepasan protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang mendukung pertumbuhan sel-sel otak baru serta memperkuat jaringan saraf. Di sisi lain, tidur siang singkat berdurasi 20 hingga 30 menit memberikan jeda bagi otak untuk menyegarkan kembali daya tangkap kognitifnya.

Ketika kedua kebiasaan positif ini digabungkan, efek pemulihannya terhadap daya ingat jauh lebih optimal dibandingkan jika hanya melakukan salah satunya.

“Tidur siang memberikan tombol ‘reset’ singkat bagi kapasitas pemrosesan otak, sementara aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah serta nutrisi penting ke sel-sel saraf,” jelas peneliti dalam riset tersebut.

Langkah Praktis Menjaga Fungsi Otak

Untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa mengganggu pola tidur malam, para ahli menyarankan beberapa langkah praktis bagi orang-orang dengan aktivitas padat atau durasi tidur malam yang terbatas:

  • Lakukan Olahraga Intensitas Sedang: Jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 20–30 menit sehari dapat meningkatkan performa kognitif.
  • Batasi Durasi Tidur Siang: Ambil tidur siang singkat (power nap) sekitar 20–30 menit di awal atau pertengahan siang. Hindari tidur siang terlalu lama atau terlalu sore karena dapat memicu insomnia di malam hari.
  • Jaga Konsistensi Jadwal: Usahakan untuk tetap menjaga rutinitas jam bangun dan jam tidur harian selaras mungkin.

Meski olahraga dan tidur siang terbukti mampu memulihkan fungsi memori akibat kurang tidur, para ahli menekankan bahwa strategi ini merupakan solusi sementara, bukan pengganti tidur malam berkualitas yang berdurasi 7 hingga 8 jam secara konsisten. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *