Friday, September 25

Perkuat Industri Kapal Pertahanan Lewat Kemitraan Strategis Internasional


General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, dan Norman Joesoef, Chairman dan Founder REPUBLIKORP Group, mewakili RPAL, menjadi landasan awal bagi pembentukan joint venture yang diarahkan untuk memperkuat industri perkapalan nasional serta memperlua(Dok. REPUBLIKORP)

DALAM rangka Eurosatory 2026 yang berlangsung di Paris, Fincantieri, salah satu grup galangan kapal terbesar di dunia dengan portofolio usaha yang mencakup berbagai segmen industri maritim, bersama REPUBLIKORP, perusahaan induk industri pertahanan swasta terbesar di Indonesia, melalui anak usahanya PT Republik Palindo Internasional (RPAL), mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (16/6) lalu, yang menjadi landasan bagi pembentukan kemitraan strategis antara kedua perusahaan.

MoU yang ditandatangani oleh Eugenio Santagata, General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, dan Norman Joesoef, Chairman dan Founder REPUBLIKORP Group, mewakili RPAL, menjadi landasan awal bagi pembentukan joint venture yang diarahkan untuk memperkuat industri perkapalan nasional serta memperluas kerja sama industri antara Indonesia dan Italia dalam jangka panjang. 

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung upaya penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui pemanfaatan pengalaman dan keahlian Fincantieri di bidang pembangunan kapal dan teknologi maritim.

Kemitraan ini difokuskan pada pembangunan berbagai jenis kapal angkatan laut di dalam negeri yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Joint venture yang direncanakan akan mendukung pengembangan kemampuan produksi nasional untuk berbagai platform maritim, mulai dari Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) untuk pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif, kapal serang cepat, hingga kapal selam.

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan kemampuan industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan. Dengan memanfaatkan pengalaman dan keahlian Fincantieri, inisiatif ini akan mendorong penguatan kompetensi dalam bidang rekayasa, desain, integrasi sistem, serta proses produksi melalui program pelatihan dan kerja sama teknis yang terstruktur. Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan industri pendukung dalam negeri, kemitraan ini diharapkan dapat memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok industri perkapalan global. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang bagi penguatan kerja sama industri dan operasional antara kedua pihak guna mendukung pengembangan kemampuan maritim nasional di masa mendatang.

Pierroberto Folgiero, CEO dan Managing Director Fincantieri, mengatakan, “Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan Angkatan Laut Indonesia, MoU ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kemitraan strategis jangka panjang antara Fincantieri dan Indonesia. Berbekal pengalaman kami dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem yang kompleks, kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang lebih tangguh. Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri yang berkelanjutan di Indonesia.”

“Penjajakan kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang. Bersama Fincantieri, kami melihat peluang untuk memperkuat kemampuan maritim nasional, mengembangkan talenta Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan kawasan yang lebih tangguh,” imbuh Norman Joesoef, Chairman REPUBLIKORP Group. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *