
CALON Senat dari Partai Demokrat untuk wilayah Michigan, Abdul El-Sayed, secara resmi menarik kembali pernyataannya dalam opini tahun 2012 yang mengkritik tajam kepemimpinan Presiden Barack Obama. Langkah ini dilakukan menjelang agenda kampanye bersama antara keduanya yang dijadwalkan pada 24 Oktober mendatang.
Dalam kolom yang ditulisnya di Huffington Post sesaat setelah Obama mengalahkan Mitt Romney pada pemilu 2012, El-Sayed menyebut kemenangan tersebut bukanlah kemenangan, melainkan sekadar memilih batu di atas tempat yang keras. Saat itu, El-Sayed yang masih berusia 28 tahun dan menjabat sebagai asisten profesor di Universitas Columbia menuding Obama gagal dalam menjaga kebebasan sipil, memperpanjang perang, dan melakukan deportasi massal.
Namun, dalam wawancara terbaru di program Meet the Press NBC pada Minggu (11/10), El-Sayed memberikan klarifikasi atas sikap masa lalunya tersebut. Ia mengakui bahwa pandangannya saat itu dipicu oleh kemarahan masa muda dan kurangnya pemahaman mengenai kompleksitas pemerintahan.
“Itu terjadi pada 2012 dan sekarang sudah 2026, 14 tahun berlalu. Anda tumbuh dewasa dan mulai menghargai betapa sulitnya membawa perubahan,” ujar El-Sayed. Ia kini justru memuji kinerja Obama dengan menyebut sang mantan presiden melakukan pekerjaan yang luar biasa mengingat situasi yang dihadapinya.
El-Sayed juga menyamakan kritiknya di masa lalu seperti cara seseorang mengkritik anggota keluarga atau orang yang dicintai. Ia menegaskan rasa apresiasinya yang mendalam terhadap kontribusi Obama bagi negara.
Klarifikasi ini muncul di tengah persaingan ketat El-Sayed melawan kandidat Republik, Mike Rogers, untuk kursi Senat Michigan. Kursi ini dianggap sebagai salah satu kunci krusial bagi upaya Partai Demokrat untuk mempertahankan atau merebut kendali penuh atas Senat pada pemilu November mendatang.
Pada opini tahun 2012 tersebut, El-Sayed–yang merupakan seorang Muslim–secara spesifik menyoroti penggunaan serangan pesawat tak berawak (drone) di Pakistan dan Yaman serta taktik kepolisian nasional yang ia anggap intrusif terhadap komunitasnya. Kini, dengan dukungan langsung dari Obama di jalur kampanye, El-Sayed berupaya menyatukan basis suara Demokrat di Michigan guna memenangkan kursi penting tersebut. (The Washington Post/I-2)
