
ASTON Villa memastikan tiket Liga Champions musim depan usai menang dalam pertandingan Aston Villa vs Liverpool 4-2 pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (16/5) dini hari. Pelatih Unai Emery yang sukses membawa Villa tampil konsisten di tengah jadwal padat dan tekanan besar menjelang final Liga Europa.
Emery memilih tetap menurunkan kekuatan terbaiknya meski Aston Villa hanya berjarak lima hari dari partai puncak Liga Europa melawan Freiburg. Keputusan itu sempat dipertanyakan, tetapi berbuah manis setelah Villa tampil agresif dan efektif di depan publik Villa Park.
“Liga Champions adalah sesuatu yang luar biasa. Bermain konsisten di dua kompetisi sekaligus bukan hal mudah. Kami menjalani musim Premier League yang fantastis dan saya sangat bangga,” ujar Emery.
Aston Villa tampil berani sejak awal laga melawan Liverpool. Ollie Watkins langsung mengancam lewat kombinasi apik bersama Morgan Rogers, meski upayanya masih mampu dibendung Giorgi Mamardashvili. Liverpool sempat mencetak gol melalui Cody Gakpo, tetapi dianulir karena offside.
Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum. Skema sepak pojok pendek membuat lini belakang Liverpool lengah dan Rogers sukses melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan kiper lawan.
Liverpool sempat bangkit di awal babak kedua. Virgil van Dijk menyamakan skor setelah memanfaatkan umpan matang Dominik Szoboszlai. Namun momentum itu tak bertahan lama.
Kesalahan Szoboszlai menjadi titik balik. Rogers merebut bola lalu mengirim assist kepada Watkins yang dengan tenang mengembalikan keunggulan Villa menjadi 2-1 atas Liverpool. Watkins kemudian mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Mamardashvili.
Aston Villa semakin menjauh lewat gol spektakuler John McGinn yang melesakkan tembakan melengkung ke pojok atas gawang. Liverpool hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol kedua Van Dijk di masa injury time. Kemenangan memastikan Aston Villa finis di zona Liga Champions sekaligus menjaga momentum jelang final Liga Europa. Emery pun dinilai berhasil mengubah Villa menjadi tim yang mampu bersaing di dua level sekaligus. (H-4)
