Wednesday, September 30

BEM Bersatu Tuding Tiyo Ardianto Terlibat Jaringan Politik Praktis


Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6/2026).(Antara)

ALIANSI mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu melontarkan tudingan keras terhadap mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Tiyo diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu yang menunggangi gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis.


Juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengungkapkan bahwa indikasi tersebut terlihat dari penggunaan fasilitas kendaraan hingga kehadiran Tiyo dalam forum-forum yang melibatkan tokoh politik dan purnawirawan TNI.


Dugaan Fasilitas Mobil Mewah


Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), Rahmat menyebutkan bahwa mobil Fortuner yang digunakan dalam aksi diduga terdaftar atas nama SN. Sosok tersebut diketahui merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) SS, yang juga memiliki hubungan kekerabatan sebagai besan dari Jenderal TNI (Purn) AP, tokoh kunci tim pemenangan salah satu kandidat Pilpres 2024.


“Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis. Dugaan ini diperkuat dengan kehadiran politisi PDI Perjuangan, AW, di tengah massa aksi yang dipimpin Tiyo,” ujar Rahmat.


Jejaring Forum Bandung


Selain fasilitas kendaraan, BEM Bersatu menyoroti kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung pada 18 Juni 2026. Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, hingga dr. Tifa.


Rahmat menekankan bahwa kehadiran Letjen TNI (Purn) SS dalam forum yang sama menunjukkan adanya pola jejaring yang patut dicermati oleh publik dan mahasiswa lainnya agar gerakan tetap murni.


Sikap Terhadap Program Makan Bergizi Gratis


BEM Bersatu menyayangkan adanya gerakan mahasiswa yang justru menyerang program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, aksi-aksi belakangan ini mulai kehilangan arah dan lemah secara argumentasi.


“Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan. Kami mendukung program MBG dengan catatan perbaikan tata kelola, namun menolak jika isu ini dipolitisasi,” tegas Rahmat.


Pihak Tiyo Ardianto maupun nama-nama tokoh yang disebut dalam tudingan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan politik praktis tersebut. (Ant/I-1)




Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *