Sunday, September 27

Berusia 518 Juta Tahun, Fosil Laut Ini Ungkap Asal-usul Taring Laba-Laba


Berusia 518 Juta Tahun, Fosil Laut Ini  Ungkap Asal-usul Taring Laba-Laba(Science Alert)

TARING laba-laba yang kini menjadi salah satu ciri paling khas kelompok arachnida ternyata memiliki sejarah evolusi yang jauh lebih tua dari kemunculan laba-laba modern. 

Para ilmuwan menemukan fosil arthropoda laut berusia sekitar 518 juta tahun yang memperlihatkan struktur menyerupai cikal bakal taring laba-laba.

Fosil tersebut berasal dari Urokodia aequalis, hewan laut purba yang hidup pada periode Kambrium di wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Yunnan, Tiongkok. 

Temuan ini menjadi salah satu petunjuk tertua mengenai bagaimana chelicerae, struktur di bagian depan tubuh yang pada laba-laba berkembang menjadi taring, mulai berevolusi. 

Penemuan tersebut diberitakan oleh Earth.com dan ScienceAlert berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Fosil Kecil dengan Struktur yang Mengejutkan

Urokodia merupakan hewan laut purba berukuran sekitar 2-3 sentimeter dengan tubuh memanjang dan bersegmen, puluhan kaki beruas, serta sepasang mata besar pada tangkai di bagian depan kepala. 

Fosilnya ditemukan di biota Chengjiang, Yunnan, yang dikenal mampu mengawetkan detail tubuh lunak hewan Kambrium. 

Meski fosil Urokodia telah dikenal selama beberapa dekade, struktur kecil di bagian depan tubuhnya baru terungkap melalui pemeriksaan menggunakan teknologi pemindaian sinar-X.

Pemindaian X-Ray Mengungkap “Cikal Bakal Taring”

Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Yunnan University, Tiongkok, dan University of Leicester, Inggris, menggunakan tomografi sinar-X untuk merekonstruksi bagian tubuh Urokodia yang terawetkan di dalam batu. 

Hasilnya menunjukkan sepasang anggota tubuh kecil menyerupai capit di belakang mata, yang terdiri dari beberapa ruas dan dapat bergerak seperti penjepit. 

Para peneliti menduga struktur ini merupakan bentuk awal chelicerae, pasangan anggota tubuh pertama pada kelompok chelicerata yang pada laba-laba modern berkembang menjadi taring untuk menangkap dan melumpuhkan mangsa.

Lebih Tua dari Bukti Taring Sebelumnya

Penemuan Urokodia memperpanjang catatan fosil mengenai asal-usul chelicerae, dengan usia sekitar 14 juta tahun lebih tua dibandingkan salah satu bukti sebelumnya, Megachelicerax cousteaui. 

Fosil ini memberikan gambaran lebih awal tentang perubahan anggota tubuh arthropoda menjadi struktur pencapit yang kemudian menjadi ciri khas chelicerata. 

Meski belum menyerupai chelicerae modern, anggota tubuh Urokodia sudah lebih pendek dan kompak, sehingga menjadi petunjuk penting dalam memahami tahapan evolusi struktur tersebut.

Dari Senjata Laut Purba Menjadi Taring Laba-Laba

Evolusi berlangsung selama jutaan tahun, ketika struktur tubuh yang awalnya berfungsi untuk menggenggam perlahan berubah menjadi chelicerae dengan beragam fungsi pada kelompok chelicerata modern. 

Pada kepiting tapal kuda dan kalajengking, struktur ini membantu menangani makanan, sementara pada caplak digunakan untuk menusuk kulit inang. 

Pada laba-laba, chelicerae berkembang menjadi taring untuk menangkap dan melumpuhkan mangsa, sehingga taring laba-laba ternyata memiliki jejak evolusi yang dapat ditelusuri hingga arthropoda laut kecil yang hidup lebih dari setengah miliar tahun lalu.

Temuan Urokodia membantu ilmuwan memahami evolusi kelompok chelicerata yang kini mencakup laba-laba, kalajengking, tungau, caplak, dan kepiting tapal kuda. 

Fosil ini menunjukkan bahwa perubahan evolusi berlangsung bertahap, dari anggota tubuh sederhana pada hewan laut Kambrium hingga struktur dengan fungsi berbeda pada keturunannya. 

Bagi paleontolog, Urokodia menjadi petunjuk penting untuk menelusuri perjalanan evolusi dari capit kecil hewan laut purba menjadi taring laba-laba modern. 

(Science Alert/Earth/P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *