
STOK Pertalite di Bali dipastikan aman. Antrean di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir bukan akibat kekurangan pasokan, melainkan kendala operasional saat pembongkaran kapal pengangkut BBM.
Kapal tiba tepat waktu, tetapi jangkar tersangkut sehingga proses bongkar tertunda dan baru selesai 13 Oktober. Kini stok di TBBM Sanggaran dan Manggis sudah normal, distribusi ke SPBU dinormalisasi, dan BPH Migas memperkirakan kondisi kembali normal dalam 1–2 hari.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan kendala di Bali murni persoalan operasional, bukan karena kekurangan stok bahan bakar.
“Kapalnya tiba on time, tapi ada kendala teknis. Jangkarnya tersangkut dan akhirnya diputuskan untuk diputus, lalu selesai dibongkar kemarin,” ujar Fathul, di Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (14/10).
Menurut dia, pasokan di TBBM Sanggaran dan Manggis sudah kembali normal. Proses normalisasi distribusi ke SPBU-SPBU pun tengah dilakukan.
“Artinya stok Pertalite di Bali di TBBM sudah normal, dan sekarang proses normalisasi distribusi di SPBU-SPBU. Kami harapkan 1–2 hari ini sudah normal kembali,” kata Fathul.
Fathul menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan bahan bakar. Jika masih ada antrean, hal itu lebih disebabkan faktor manajerial dan proses distribusi, bukan karena stok kosong.
“Stok ada, nggak usah khawatir. Kalau ada antrean itu soal manajerial, karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Tetapi bukan faktor kesediaan bahan bakar,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean tidak makin panjang.
“Masyarakat konsumsi BBM ya beli sesuai dengan keperluannya,” imbuh Fathul.
BPH Migas memastikan stok nasional tetap aman. Sebagai negara kepulauan, distribusi BBM memang bergantung pada kapal, sehingga kendala teknis seperti jangkar tersangkut bisa memengaruhi pasokan di daerah. Namun, hal itu tidak berarti pasokan nasional berkurang.
Dengan stok di TBBM yang sudah normal, masyarakat di Bali diimbau tidak panic buying. Normalisasi distribusi ke SPBU ditargetkan rampung dalam dua hari ke depan. (LN/E-4)
