Wednesday, September 30

Bukan Cuma Hangatkan Badan, Ini Rahasia Tersembunyi Monyet Salju Jepang Berendam di Sumber Air Panas


Ilustrasi(Magnific)

MONYET salju Jepang, atau makaka Jepang, telah lama terkenal di seluruh dunia karena kebiasaan unik mereka. Makaka suka berendam di sumber air panas (onsen) alami saat musim dingin yang membeku. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan ritual “spa” ini ternyata memiliki fungsi biologis yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mengusir udara dingin.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, melakukan studi selama dua musim dingin di Taman Monyet Salju Jigokudani di Prefektur Nagano. Mereka mengamati kelompok makaka betina dan membandingkan kondisi kesehatan antara monyet yang sering berendam dan mereka yang jarang atau tidak pernah masuk ke dalam air panas.

Hasil penelitian menunjukkan berendam di air hangat secara signifikan memengaruhi mikrobioma dan keberadaan parasit pada tubuh monyet-monyet tersebut. Peneliti menemukan adanya perubahan pada pola distribusi kutu di tubuh monyet yang rajin berendam. Suhu air yang panas diduga kuat mengganggu aktivitas kutu atau memengaruhi cara mereka bertelur.

Selain itu, para ilmuwan mendeteksi adanya perbedaan halus pada bakteri usus mereka. Meskipun keanekaragaman bakteri usus secara keseluruhan serupa, beberapa jenis bakteri tertentu justru lebih banyak ditemukan pada monyet yang memilih untuk tetap berada di daratan kering.

Menariknya, para peneliti sempat mengkhawatirkan kebiasaan berbagi kolam air panas yang sempit secara bersama-sama dapat meningkatkan risiko penularan parasit usus. Namun, data membuktikan sebaliknya, monyet yang rajin berendam tidak menunjukkan peningkatan tingkat infeksi parasit sama sekali.

“Perilaku sering kali dianggap hanya sebagai respons terhadap lingkungan,” ujar Abdullah Langgeng, penulis utama penelitian ini. “Namun, hasil kami menunjukkan perilaku ini tidak hanya memengaruhi regulasi suhu tubuh atau stres: ia juga mengubah bagaimana makaka berinteraksi dengan parasit dan mikroba yang hidup di atas dan di dalam tubuh mereka.”

Penemuan ini menegaskan bahwa kebiasaan sehari-hari pada hewan liar dapat membentuk sistem biologi yang kompleks (holobiont) dan menjadi pendorong penting bagi kesehatan mereka. Studi ini juga membuka pandangan baru bahwa perilaku budaya tertentu, memiliki andil besar dalam memengaruhi paparan mikroba dalam tubuh. (Earth/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *