Wednesday, September 16

Bukan Telur, ini Penyebab Bisul yang Perlu Diketahui


Ilustrasi(magnifik)

Telur kerap menjadi makanan yang dituding sebagai penyebab munculnya bisul. Anggapan ini membuat sebagian orang memilih mengurangi atau bahkan menghindari telur ketika mendapati benjolan merah dan bernanah di kulit. 

Padahal bisul sebenarnya berkaitan dengan infeksi yang terjadi pada kulit, terutama di sekitar folikel rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan yang terasa nyeri dan berisi nanah. 

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan bisul dan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risikonya?

Bisul Disebabkan Infeksi Bakteri

Dikutip dari Mayo Clinic, bisul merupakan benjolan berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi pada satu atau lebih folikel rambut. Kondisi tersebut paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang dapat ditemukan pada kulit maupun bagian dalam hidung.

Infeksi terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil atau kerusakan pada kulit. Tubuh kemudian memberikan respons terhadap infeksi tersebut sehingga terbentuk kumpulan nanah di bawah permukaan kulit.

Bisul umumnya diawali dengan benjolan kemerahan atau keunguan yang terasa sakit ketika disentuh. Seiring waktu, benjolan dapat membesar dan terisi nanah hingga akhirnya pecah.

Bukan Berarti Telur Menjadi Penyebab

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Mayo Clinic, telur tidak disebut sebagai penyebab langsung munculnya bisul. Artinya, munculnya bisul setelah seseorang mengonsumsi telur tidak serta-merta menunjukkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebabnya.

Sebaliknya, terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bisul. Faktor tersebut antara lain kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi Staphylococcus, diabetes, kondisi kulit seperti eksim dan jerawat, serta sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Bisul juga lebih mudah muncul pada bagian tubuh yang berkeringat dan mengalami gesekan, seperti wajah, leher, ketiak, paha, dan bokong.

Jangan Dipencet Sembarangan

Ketika bisul muncul, keinginan untuk memencetnya mungkin sulit ditahan. Namun, tindakan tersebut justru dapat membuat infeksi menyebar.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), salah satu cara yang dapat dilakukan di rumah adalah memberikan kompres hangat selama 10–15 menit sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Cara tersebut dapat membantu bisul mengeluarkan nanah dan sembuh secara alami.

Dikutip dari AAD, memberikan saran untuk hindari menusuk atau memencet bisul. Jika bisul pecah, area tersebut perlu dijaga tetap bersih dan ditutup menggunakan perban atau kain kasa.

Kapan Harus Diperiksa?

Berdasarkan laporan dari National Health Service (NHS), bisul umumnya dapat ditangani sendiri. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi semakin parah, tidak kunjung membaik, atau terus muncul kembali.

Dilansir dari Mayo Clinic, perlu pemeriksaan jika bisul terasa sangat sakit, membesar, disertai demam, muncul di wajah, atau tidak kunjung sembuh setelah dua minggu.

Dengan demikian, telur bukan penyebab utama bisul. Kondisi ini lebih berkaitan dengan infeksi bakteri pada folikel rambut serta sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Sumber: Mayo Clinic, American Academy of Dermatology (AAD), National Health Service (NHS)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *