Tuesday, September 22

Cuaca Hujan di Batam, Penjualan Makanan dan Minuman Menurun


Ilustrasi(Dok Magnific)

CUACA berawan tebal disertai hujan ringan hingga sedang yang terjadi di Kota Batam pada Sabtu (9/5) mulai berdampak pada aktivitas para pelaku usaha makanan dan minuman di sejumlah kawasan kota. Penurunan aktivitas masyarakat di luar ruangan membuat omzet sebagian pedagang ikut menurun dibanding hari biasa.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, kondisi cuaca hari ini dipengaruhi tingginya kelembapan udara dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.

BMKG memprakirakan hujan berpotensi terjadi sejak pagi hingga malam dan dapat disertai petir serta angin kencang sesaat. Forecaster BMKG Hang Nadim Batam mengatakan perubahan cuaca di Batam saat ini tergolong cepat sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pelaku usaha yang beraktivitas di area terbuka. 

“Potensi hujan masih cukup tinggi pada siang hingga malam hari. Kami mengimbau masyarakat, termasuk pedagang kaki lima dan pelaku usaha kuliner, agar memperhatikan kondisi cuaca demi keselamatan dan kenyamanan saat beraktivitas,” ujarnya, Sabtu (9/5).

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan disertai angin kencang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama usaha kecil yang mengandalkan pembeli langsung di lokasi terbuka. Kondisi tersebut mulai dirasakan para pedagang di sejumlah kawasan seperti Batam Center, Nagoya, Batu Aji, dan Sei Panas. Beberapa penjual minuman dingin mengaku jumlah pembeli menurun karena masyarakat lebih memilih bertahan di dalam ruangan saat hujan turun.

“Kalau hujan deras pembeli biasanya sepi. Orang malas keluar dan lebih banyak pesan lewat online,” ujar Ronni, 33, salah satu penjual minuman di Batam Center.

Penurunan pembeli paling terasa pada jam makan siang hingga sore hari yang biasanya menjadi waktu ramai. Selain itu, pedagang juga harus melindungi peralatan dan bahan makanan dari terpaan hujan serta angin.

Sebagian pedagang kaki lima bahkan memilih menutup lapak lebih awal untuk menghindari kerusakan tenda dan perlengkapan jualan akibat cuaca buruk. Namun di tengah kondisi tersebut, beberapa usaha kuliner justru mengalami peningkatan penjualan. Makanan dan minuman hangat seperti kopi, teh panas, mi rebus, bakso, sate, dan gorengan menjadi pilihan masyarakat saat cuaca dingin akibat hujan.

Pemilik kedai kopi dan warung makan juga mengaku layanan pesan antar meningkat selama cuaca hujan karena pelanggan lebih memilih memesan makanan dari rumah atau kantor.

BMKG Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru dan berhati-hati terhadap potensi genangan, jalan licin, serta angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Batam dan sekitarnya. (HK/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *