
MOMENTUM Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jambi digegerkan peristiwa penggerebekan warga terhadap seorang oknum dosen universitas negeri Islam di Jambi, di sebuah rumah kosan wanita di kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Beruntung dalam peristiwa saat kejadian, oknum dosen berinisial DK dengan gelar doktor tersebut, berhasil selamat dari kemarahan massa berkat bantuan aparat TNI dan personel kepolisian, dan diboyong ke kantor Polsek Telanaipura.
Dari narasi-narasi yang ditudingkan muncul dalam video viral tersebut, menuding DK diduga melakukan tindakan mesum, karena berada dalam rumah kos-kosan wanita yang tidak sepatutnya ia masuki.
Selain melibatkan banyak warga, dalam penggerebekan Jumat malam itu, diketahui dan disaksikan istrinya, S. Bahkan, malam itu juga melalui kuasa hukumnya, sang istri melaporkan DK ke Polsek Telanaipura, dengan tuduhan berbuat asusila.
Namun tuduhan itu dibantah DK melalui video klarifikasi yang dibuatnya. Ia membenarkan berada di dalam rumah kos dimaksud. Namun ia tegaskan tidak melakukan perbuatan mesum, dan saat di rumah wanita yang diakui disukainya, ada seorang pria lain.
Nahas, apapun pembelaannya, akibat kejadian yang menjadi perhatian publik pada momentum Hardiknas itu DK yang juga berperan sebagai pengamat yang kerap memuji kinerja Gubernur Jambi tersebut, terlanjur dihakimi netizen dan warga.
Bahkan dalam rilis dari pihak rektorat UIN Sultan Thaha yang banyak beredar, sangat menyesalkan kejadian yang menimpa DK.
Untuk menjaga marwah kampus, DK diputuskan sementara ini dinonaktifkan dalam jabatan tambahannya sebagai wakil dekan, dan akan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa viral tersebut. (SL)
