Monday, September 28

Donald Trump Kritik Inggris Usai 5 Terduga Teroris RAF Fairford Dibebaskan


Mobil van mencurigakan di dekat pangkalan RAF Fairford(CNN)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengkritik penanganan otoritas Inggris terkait dugaan rencana serangan teror terhadap pangkalan udara RAF Fairford di Inggris yang digunakan militer AS. Trump mengaku “terkejut” saat mengetahui lima orang tersangka dibebaskan dengan jaminan kepolisian pada Senin sore.

Saat berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump menyatakan dirinya tidak akan membebaskan para tersangka tersebut dan mengisyaratkan bahwa aksi mereka “mungkin saja” terhubung dengan Iran. Namun, Trump enggan membeberkan rincian lebih lanjut.

“Saya tahu jawabannya. Saya bisa sangat spesifik, tetapi saya lebih baik tidak mengatakannya,” ujar Trump.

Kepolisian Kontra-Terorisme Inggris menegaskan pembebasan kelima pria tersebut bukan berarti penyidikan telah dihentikan. Seluruh tersangka tetap di bawah pengawasan dan diikat oleh syarat-syarat pergerakan yang sangat ketat. Pihak Downing Street belum memberikan tanggapan langsung atas komentar Trump dan mengarahkan publik pada pernyataan resmi kepolisian.

Kelima tersangka merupakan warga negara Inggris asal area London yang berusia antara 23 hingga 25 tahun. Mereka ditangkap pada Minggu dini hari di dekat pangkalan Fairford, Inggris barat, lokasi yang dijadikan basis jet pembom B-1 milik AS untuk menjalankan misi penyerangan ke Iran.

Senior Kepolisian Kontra-Terorisme Inggris, Laurence Taylor, mengonfirmasi bahwa penyidik mendalami kasus ini dari berbagai kemungkinan, “termasuk bahwa tindakan ini mungkin dilakukan secara aktif oleh agen perpanjangan tangan (proxies) atau individu yang secara sadar maupun tidak sadar bekerja atas nama negara asing.”

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah memimpin rapat komite darurat COBRA pada Senin sore. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menyatakan lokasi kejadian kini sudah aman, meski garis polisi masih dipasang di sekitar tiga mobil van putih milik tersangka. Sekitar 85 kepala keluarga yang sempat dievakuasi juga telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Otoritas Inggris belum merilis lokasi pasti penangkapan maupun isi dari tiga mobil van tersebut. Rekaman udara sebelumnya memperlihatkan robot pemusnah bom memeriksa area di sekitar mobil van, diikuti suara dua kali ledakan terukur di lokasi kejadian. Menteri Pertahanan Wes Streeting menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan aktif.

Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di London membantah keras keterlibatan mereka dan mengutuk spekulasi yang mencoba mengaitkan Iran dengan insiden tersebut. Isu ini mencuat setelah pada bulan Juli lalu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sempat memperingatkan pangkalan mana pun yang digunakan untuk agresi ke wilayah Iran merupakan target sah bagi pasukan mereka.

Sebelumnya pada hari Minggu, Trump sempat memuji proses penangkapan tersebut dan mengklaim pihak AS dan Inggris telah mengawasi para tersangka dalam waktu yang lama.

“Bekerja sama dengan Inggris, itu adalah pekerjaan yang luar biasa,” kata Trump saat berada di Chicago. “Merek berniat melakukan kerusakan besar pada benteng kami dan kerja sama dengan Inggris berjalan sangat baik. Kami telah mengawasi mereka sejak lama, dan kami menangkap mereka,” lanjutnya.

Rangkaian penangkapan ini bermula saat seorang warga lokal yang bekerja sebagai petani memergoki tiga mobil van putih memblokir jalan di dekat pagar pangkalan pada Sabtu malam. Ia melihat sekelompok orang berpenutup kepala dan bermasker, sebelum akhirnya menghubungi nomor darurat 999 pada pukul 01.40 dini hari. Polisi bersenjata tiba di lokasi 10 hingga 15 menit kemudian.

Para tersangka awalnya ditahan atas dugaan kepemilikan bahan peledak, sebelum akhirnya ditangkap atas dugaan persiapan tindakan terorisme. Menyusul insiden ini, pengamanan di sekitar pangkalan RAF Fairford dilaporkan telah diperketat. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *