Monday, September 28

Italia Bangkit dan Menang Telak atas Turki 4-1 di UEFA Nations League


Tampil beda, Timnas Italia sukses membantai Turki 4-1 pada laga UEFA Nations League. Simak ulasan lengkap serta jalannya pertandingan di sini.(azzurri)

TIM nasional Italia tampil luar biasa dan bertransformasi total saat bertandang ke markas Turki. Skuad Azzurri berhasil mengamankan kemenangan telak 4-1 berkat gol-gol dari Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, pemain debutan Michael Kayode, serta Francesco Pio Esposito.

Pertandingan ini merupakan duel dua tim penghuni dasar klasemen Grup A Nations League setelah kedua negara menelan kekalahan pada laga pembuka. Pelatih Italia melakukan perombakan besar-besaran dengan membuat delapan perubahan dibanding susunan pemain saat kalah 0-2 dari Belgia.

Laga ini juga diwarnai debut bagi Michael Kayode, Matteo Ruggeri, dan Sebastiano Esposito. Momen tersebut mencatatkan sejarah baru karena dua bersaudara Esposito tampil bersama sebagai starter untuk pertama kalinya di Timnas Italia sejak tahun 1915. Selain itu, Nicolò Fagioli mencatatkan penampilan pertamanya sejak Oktober 2024, sementara Alessandro Bastoni kembali bermain usai menjalani sanksi larangan bertanding.

Di kubu lawan, Turki yang dilatih Vincenzo Montella harus tampil tanpa kiper Ugurcan Cakir akibat kartu merah saat kalah 0-1 dari Prancis. Sejumlah pemain kunci seperti Kenan Yildiz, Hakan Calhanoglu, dan Mert Muldur juga terpaksa absen karena cedera.

Italia langsung menggebrak sejak awal babak pertama. Peluang awal tercipta saat Francesco Pio Esposito menyambut umpan terobosan Davide Frattesi, meski sepakan mendatarnya masih bisa ditepis kiper. Dari situasi sepak pojok Matteo Ruggeri yang kurang sempurna, sapuan Zeki Celik justru menjadi umpan tidak sengaja bagi Bastoni untuk menyambar bola ke langit-langit gawang dari jarak 12 yard. Ini menjadi penampilan perdana Bastoni usai kartu merah yang didapatnya pada laga kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.

Gol kedua Italia lahir dari skema umpan satu-dua yang rapi antara Frattesi, Pio Esposito, dan Giacomo Raspadori. Tembakan menyilang Kayode sempat ditepis kiper, namun bola muntah berhasil disambar Frattesi di tiang jauh.

Pemain Turkiye, Can Uzun, sempat membuang peluang usai menerima umpan Baris Alper Yilmaz. Tak lama berselang, Italia justru memperlebar keunggulan lewat skema yang hampir serupa dengan gol kedua. Operan cepat antarpemain diakhiri umpan Pio Esposito kepada Kayode di sisi kanan, yang kemudian melepaskan tembakan ke tiang dekat untuk membobol gawang Turki. Catatan tiga gol dalam 30 menit pertama laga kompetitif ini menjadi yang pertama bagi Italia sejak kualifikasi Piala Dunia melawan Lituania pada September 2021.

Italia terus menekan sebelum jeda. Raspadori sempat melepaskan tembakan melambung memanfaatkan back-heel Sebastiano Esposito, sebelum akhirnya sepakan volley sang penyerang menyambut umpan silang Kayode masih melebar.

Memasuki babak kedua, Turki melakukan tiga pergantian pemain dan langsung memperkecil kedudukan dalam kurun 90 detik akibat kelalaian lini belakang Italia. Umpan silang lambung mengejutkan Ruggeri dan Gianluigi Donnarumma, sehingga Oguz Aydin dari sisi kanan berhasil mengirim umpan tarik yang diselesaikan Baris Alper Yilmaz ke gawang kosong.

Namun, kebangkitan Turki tak bertahan lama. Pemain pengganti Italia, Nicolò Cambiaghi, berhasil memotong umpan lawan yang ceroboh dan memberikan umpan ke Sandro Tonali. Tembakan melengkung Tonali membentur tiang jauh, lalu bola liar langsung disundul Pio Esposito masuk ke gawang untuk mengubah skor menjadi 4-1. Penyerang milik Inter Milan tersebut menjadi pemain kedua dalam sejarah Italia yang mencetak lebih dari lima gol sebelum berusia 21 tahun, menyamai rekor legenda Giuseppe Meazza.

Turki berusaha merespons. Giorgio Scalvini sempat terkecoh oleh umpan lambung panjang, namun Donnarumma tidak melakukan kontak fisik dengan Baris Alper Yilmaz sehingga penyerang Turki tersebut justru diganjar kartu kuning karena dinilai melakukan diving.

Tuan rumah sempat mencetak gol melalui tembakan menyilang Baris Alper Yilmaz memanfaatkan umpan pintar Arda Guler, tetapi gol tersebut dianulir karena Oguz Aydin sudah berada dalam posisi offside dan dinilai mengganggu upaya Donnarumma mengamankan bola.

Di sisa laga, kiper ganti Turki, Altay Bayindir, sempat menggagalkan tembakan mendatar Cambiaghi dan mengamankan bola liar sebelum disambar Kayode. Arda Guler juga melepaskan tembakan melengkung yang melebar dari sudut gawang. Peluang emas terakhir Turki dibuang oleh Kerem Akturkoglu yang tembakannya dari jarak enam yard melambung jauh usai Arda Guler melewati tiga pemain di dalam kotak penalti. Skor 4-1 untuk kemenangan Italia bertahan hingga laga usai. (Football-Italia/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *