Tuesday, September 29

Donald Trump Sindir Tajam Keir Starmer di Tengah Riak Politik Inggris


Presiden AS Donald Trump mengkritik kebijakan Keir Starmer mulai dari isu energi hingga penolakan pangkalan militer Inggris untuk operasi ofensif terhadap Iran.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan komentar terkait situasi politik di Inggris dan sosok Keir Starmer yang baru saja menyatakan mundur. Saat menjawab pertanyaan dari BBC di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menyebut Starmer sebagai “pria yang menyenangkan” dan “semacam teman saya”, namun ia tidak segan melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan energi, imigrasi, dan kriminalitas yang diambil Starmer.

Trump kembali mengkritik kebijakan Partai Buruh terkait energi di Laut Utara, yang ia sebut sebagai “salah satu ladang terbesar di dunia”. Tak hanya itu, Trump juga menyoroti penolakan awal pemerintah Inggris untuk mengizinkan jet tempur AS lepas landas dari pangkalan militer Inggris guna melakukan operasi ofensif terhadap Iran dalam Operation Epic Fury.

Menurut Trump, keputusan tersebut memberikan dampak politik yang besar bagi Starmer sebelum ia mundur.

“Keputusan itu sangat menyakitinya, sangat menyakitinya,” kata Trump. “Namun, saya mendoakan yang terbaik untuknya.”

“Omong-omong, Starmer tidak ada di sana,” tambah Trump tanpa diminta saat membahas sekutu NATO AS. “Dan tahukah Anda? Rakyat Inggris tidak suka dia tidak ada di sana.”

Perubahan nada bicara Trump ini memperlihatkan rasa kecewa karena menganggap Inggris gagal membantu AS di saat yang dibutuhkan. Meski begitu, agenda konferensi pers tersebut berakhir sebelum Trump sempat dimintai pendapatnya mengenai Andy Burnham, calon kuat pengganti Starmer.

Dukungan Mantan Menteri Pertahanan

Di tengah kritik dari luar negeri dan tekanan domestik, dukungan moral datang dari mantan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. Melalui serangkaian unggahan di media sosial X, Healey memuji Starmer atas jasanya membawa Partai Buruh kembali ke pemerintahan setelah sempat mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah partai.

“Starmer telah menunjukkan kekuatan besar dengan mengutamakan pelayanan publik,” tulis Healey. Ia juga menambahkan bahwa saat ini adalah waktu bagi “kita semua di pemerintahan dan di Partai Buruh untuk bersatu agar kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.”

Sebagai informasi, Healey sendiri baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan pada 11 Juni lalu. Langkah itu ia ambil setelah menilai bahwa rencana investasi pertahanan Inggris saat ini masih jauh dari kata cukup untuk menghadapi situasi global yang dinilai berbahaya. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *