
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya akan mengkaji ulang terkait pemangkasan jumlah BUMN Karya yang sebelumnya 7 menjadi 3.
Pengkajian ulang ini, kata Erick, dilakukan karena telah bergantinya jabatan Menteri Pekerjaan Umum yang sebelumnya dinahkodai Basuki Hadimuljono menjadi Dody Hanggodo.
“Terus kajian untuk karya-karya, kemarin kan surat pertama tentu jamannya Pak Bas sekarang berbeda menteri, kajiannya harus kita ulang,” ucap Erick saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/12).
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mengirimkan surat kajian untuk pemangkasan BUMN Karya itu kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada awal tahun depan.
“Ya ini juga kita ulang lagi mungkin suratnya, Januari baru dikirimkan kembali gitu. Jadi semuanya proses,” ungkapnya.
Perampingan BUMN ini, sambung Erick, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia menyatakan, proses paling cepat yang bisa dilakukan adalah dalam kurun waktu 1 tahun.
“Ada yang bisa setahun, ada yang bisa dua tahun. Tetapi kalau yang Pelindo, Pelni, ASDP, kemarin kan kita udah sounding juga ke Menteri Perhubungan, beliau dukung. Karena ini bagian solusi juga,” pungkasnya. (Fal/M-3)
