
TINDAKAN personal seperti mendaur ulang, menerapkan pola makan ramah lingkungan, dan menggunakan transportasi umum ternyata tidak mengalihkan perhatian masyarakat dari dukungan terhadap reformasi iklim yang lebih besar.
Temuan tersebut terungkap dalam studi empat tahun yang dilakukan ilmuwan perilaku dari UNSW Sydney dan Griffith University Australia. Studi yang diterbitkan pada 23 Juli ini mengamati hampir 2.800 warga Australia dari tahun 2021 hingga 2024 sebagai bagian dari National Climate Action Survey.
Hasil penelitian membantah anggapan umum bahwa dorongan gaya hidup ramah lingkungan skala kecil sengaja dimanfaatkan pemerintah atau korporasi untuk mengalihkan fokus dari reformasi mendasar, seperti transformasi sistem energi dan regulasi industri.
“Tindakan iklim individu tidak memfasilitasi maupun merusak keterlibatan iklim yang lebih luas,” ujar penulis utama studi dari UNSW Institute for Climate Risk & Response, Dr. Omid Ghasemi.
“Kami tidak menemukan bukti atas gagasan bahwa tindakan pribadi dapat mengurangi aksi kolektif atau dukungan kebijakan karena orang merasa telah berbuat cukup, memperkirakan dampak tindakan individu secara berlebihan, atau merasa kurang khawatir tentang perubahan iklim.”
Kebiasaan Hijau Tak Otomatis Mendorong Aktivisme
Penelitian mencatat warga yang melakukan lebih banyak tindakan lingkungan personal umumnya lebih terlibat secara politik. Mereka cenderung menandatangani petisi, mengikuti demonstrasi, dan mendukung kebijakan iklim.
Meski demikian, ketika para peneliti melacak peserta yang sama dari tahun 2021 hingga 2024, peningkatan tindakan pribadi tidak membuat seseorang menjadi lebih atau kurang aktif secara politik pada tahun berikutnya.
“Penelitian kami membantah argumen terkuat bahwa ‘daur ulang adalah pengalihan’,” ujar direktur UNSW Institute for Climate Risk & Response, Profesor Ben Newell.
“Namun, temuan ini juga memberikan sedikit dukungan bagi gagasan bahwa perubahan gaya hidup kecil secara otomatis mengarahkan orang menuju aktivisme atau reformasi sistemik.”
Dr. Ghasemi menambahkan bahwa tindakan pribadi dan tindakan sistemik tidak harus saling bersaing, meski isu fokus pemerintah pada perilaku konsumen tetap menjadi perhatian.
Penurunan Tipis Keterlibatan Kolektif
Studi ini mencatat adanya penurunan tipis dalam aksi iklim kolektif dan dukungan kebijakan antara 2021 dan 2024. Sebaliknya, perilaku lingkungan pribadi cenderung stabil.
Menurut Dr. Ghasemi, tekanan finansial akibat kenaikan biaya hidup kemungkinan menjadi penyebab penurunan keterlibatan kolektif tersebut.
“Ketika orang berada di bawah tekanan finansial yang lebih besar, mereka mungkin memiliki lebih sedikit waktu, energi, atau kesediaan untuk terlibat dalam aksi kolektif atau mendukung kebijakan yang dianggap memiliki biaya ekonomi,” ujarnya.
“Namun, apa pun alasannya, hasil kami menunjukkan bahwa hal itu tidak didorong oleh keterlibatan yang lebih besar dalam tindakan iklim individu.”
Temuan ini juga memberikan wawasan bagi dunia usaha. Program keberlanjutan yang mendorong karyawan atau pelanggan untuk hidup ramah lingkungan terbukti tidak melemahkan dukungan terhadap aksi iklim yang lebih luas. (Science Daily/Z-2)
