
PUSAT Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) kembali mencetak sejarah baru dalam tata kelola aset negara. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rakhmadi A. Kusumo, GBK berhasil meraih pendapatan tertinggi dalam 63 tahun sejarah pengelolaannya, yakni sebesar Rp812 miliar pada tahun fiskal 2025.
Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan Rp566 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit (audited), performa finansial ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi optimalisasi aset negara yang dijalankan secara profesional dan transparan.
Peningkatan Signifikan Pascapandemi
Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, mengungkapkan bahwa tren pertumbuhan pendapatan GBK menunjukkan grafik yang sangat positif sejak berakhirnya masa pandemi covid-19.
“Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp255 miliar. Artinya, pendapatan pada 2025 ini meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun waktu hanya tiga tahun,” ujar Hendry dalam keterangan resminya, Selasa (12/5).
Keberhasilan ini didorong oleh pemanfaatan kawasan GBK yang semakin masif untuk berbagai sektor, mulai dari kegiatan olahraga, budaya, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), hingga agenda publik berskala internasional.
- 2022: Rp255 Miliar
- 2024: Rp566 Miliar
- 2025: Rp812 Miliar (Audited)
Strategi Optimalisasi Blok 15
Menyusul kinerja positif tersebut, PPKGBK kini memfokuskan agenda strategis pada penataan dan optimalisasi Blok 15. Langkah ini dipandang krusial untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat olahraga sekaligus ruang publik yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi negara.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan bahwa capaian Rp812 miliar adalah hasil kerja keras kolektif dan dukungan dari berbagai mitra serta masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan secara tertib hukum.
“Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik. Ke depan, penataan Blok 15 diharapkan memperkuat fungsi GBK sebagai pusat aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur,” kata Rakhmadi. (Ant/I-2)
