Saturday, October 3

Hilirisasi Komoditas Lokal Olahan Lele Berdayakan Kader PKK


Ilustrasi(Dok Istimewa)

TIM Pelaksana Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Universitas Harapan Bangsa (UHB) bersama Tim Pendamping Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar pelatihan pengolahan ikan lele bagi kader PKK Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Selasa (29/9/2026).

Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 ini berfokus pada mitigasi pangan darurat bencana sekaligus penguatan ekonomi pedesaan melalui hilirisasi komoditas lokal.

Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa UHB, Dr. Cahyo Budi Santoso, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa pelatihan pengolahan lele menjadi produk siap saji ini dirancang multifungsi.

“Kami berharap pelatihan ini bermanfaat untuk penyediaan pangan siap saji saat terjadi bencana, sekaligus mampu mendongkrak nilai tambah produk perikanan dan menggerakkan perekonomian warga desa,” ujar Cahyo di sela kegiatan di Balai Desa Dawuhan Kulon, Selasa (29/9/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan memproduksi abon lele, bubuk tabur lele, hingga aneka kue seperti kastengel, putri salju, dan bawang lele (Balele) yang dipasarkan di bawah merek “D’kulon”. Peserta mempraktikkan rantai produksi secara utuh, mulai dari penanganan bahan mentah, pengemasan modern, hingga simulasi perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan manajemen usaha sederhana.

Anggota Tim Pendamping Unsoed, Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., menekankan pentingnya standardisasi mutu sejak hulu. “Manajemen usaha yang baik selalu diawali dari tata kelola produksi yang baik dan konsisten,” tegasnya.

Dari segi nutrisi, Ketua Tim Pendamping Unsoed, Dr. Friska Citra Agustia, S.TP., M.Sc., menyoroti keunggulan komoditas ini. “Olahan pangan berbahan ikan lele memiliki kandungan protein sangat tinggi sehingga sangat efektif mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah malnutrisi,” jelas Frisca.

Hal senada diungkapkan pakar perikanan Unsoed, Prof. Dr. Ir. Petrus Hary Tjahja Soedibya, MS., IPU, ASEAN. Eng., yang menyebut pola konsumsi masyarakat global kini kian selektif. “Saat ini pola konsumsi masyarakat telah bergeser secara signifikan dari daging merah ke daging putih yang lebih sehat, dan lele memiliki potensi pasar yang terbuka lebar,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menyatakan kesiapannya mengawal keberlanjutan produk “D’kulon”. Retno Yuliastuti, S.Pd Kepala.Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kab. Banyumas yang hadir membuka acara menegaskan bahwa dinas siap memfasilitasi pembinaan lanjutan, perizinan, hingga fasilitasi industri bagi kelompok usaha yang terbentuk. 

Kepala Desa Dawuhan Kulon, H. Mahbub Kamal, mengapresiasi inisiatif akademisi dalam memajukan desanya. “Kami berterima kasih kepada Tim Kosabangsa UHB dan Unsoed. Program ini memberi dampak nyata bagi warga, dan kami meminta seluruh peserta berkomitmen mengikuti rangkaian kegiatan ini hingga tuntas,” pungkas Mahbub.

Menutup kegiatan, tim pelaksana dan pendamping menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek RI yang telah mendanai serta memfasilitasi Program Kosabangsa 2026, serta kepada Pemerintah Desa Dawuhan Kulon atas fasilitasi tempat dan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan. (H-2)


 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *