Saturday, September 19

IMS tidak Selalu Bergejala, Waspadai Risiko Klamidia dan Gonore pada Kesuburan


Ilustrasi.(Magnific)

INFEKSI menular seksual (IMS) merupakan infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak seksual dan disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, jamur, hingga parasit. Salah satu karakteristik yang perlu diwaspadai adalah infeksi ini kerap tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

IMS, khususnya klamidia dan gonore, dapat menimbulkan komplikasi serius pada organ reproduksi jika tidak segera ditangani. Infeksi yang dibiarkan dapat menyebar ke bagian sistem reproduksi yang lebih dalam dan berkembang menjadi penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID).

Kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada saluran reproduksi dan meningkatkan risiko infertilitas atau gangguan kesuburan pada perempuan.

Ketika IMS Menyebar dan Mengganggu Kesuburan

Karena sifatnya yang sering kali asimtomatik (tanpa gejala), IMS menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan reproduksi. Pada perempuan, bakteri penyebab klamidia dan gonore yang tidak diobati dapat bermigrasi dari vagina menuju rahim, kemudian menyebar ke tuba falopi dan ovarium, yang memicu terjadinya radang panggul.

Radang panggul merupakan peradangan akibat infeksi pada organ reproduksi internal. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan medis, dapat terbentuk jaringan parut pada sistem reproduksi. Kerusakan struktural tersebut dapat menghambat saluran reproduksi, sehingga mempersulit terjadinya pembuahan atau kehamilan.

Klamidia Sering tidak Menunjukkan Gejala

Klamidia adalah jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Dalam banyak kasus, penderita tidak merasakan keluhan apa pun. Namun, jika gejala muncul, biasanya ditandai dengan:

  • Keluarnya cairan tidak normal dari alat kelamin.
  • Rasa terbakar atau perih saat buang air kecil.

Pada perempuan, klamidia yang tidak diobati merupakan salah satu penyebab utama radang panggul. Komplikasi serius dari kondisi ini meliputi peningkatan risiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) serta infertilitas permanen. Beruntung, klamidia dapat diobati dengan pemberian antibiotik yang tepat untuk mencegah infeksi berkembang lebih jauh.

Gonore Dapat Berkembang Menjadi Radang Panggul

Serupa dengan klamidia, gonore juga sering berlangsung tanpa gejala yang disadari oleh penderitanya. Namun, ketika infeksi mulai menimbulkan keluhan, gejala yang umumnya muncul meliputi:

  • Keluarnya cairan (nanah) dari vagina, penis, atau rektum.
  • Nyeri atau kesulitan saat buang air kecil maupun buang air besar.

Jika tidak ditangani, gonore pada perempuan memiliki risiko tinggi berkembang menjadi penyakit radang panggul (PID). Komplikasi jangka panjangnya tetap sama, yakni risiko kehamilan ektopik dan gangguan kesuburan. Sama seperti klamidia, infeksi gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik di bawah pengawasan medis.

Penting untuk Diingat: IMS tidak selalu menimbulkan keluhan yang mudah dikenali. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang dapat mengganggu sistem reproduksi dan mempersulit rencana kehamilan di masa depan. (Alodokter/Nationwide Children’s Hospital/WHO/CDC/I-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *