Wednesday, September 23

Inovasi Engineering Berbasis AI dan Sustainability Jadi Fokus Forum Pendidikan dan Industri di Jakarta


BINUS University menggelar BINUS Engineering Week 2026.(Dok.Istimewa)

PERKEMBANGAN teknologi yang semakin cepat, disertai meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan, mendorong dunia pendidikan dan industri memperkuat kolaborasi dalam pengembangan solusi engineering yang aplikatif. Isu seperti kecerdasan buatan, transisi menuju ekonomi hijau, dan transformasi industri menjadi bagian penting dalam agenda pengembangan engineering saat ini.

Rektor Binus University, Nelly, mengatakan peran engineering kini tidak lagi terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup kontribusi terhadap keberlanjutan dan kualitas hidup masyarakat. “Engineering tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya saat membuka BINUS Engineering Week 2026 di BINUS @Kemanggisan, Jakarta, Rabu (13/5).

BINUS University menggelar BINUS Engineering Week 2026 sebagai forum tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema “Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness” dengan fokus pembahasan pada kecerdasan buatan (AI), transisi keberlanjutan (sustainability transition), dan Industry 5.0.

Forum ini menjadi ruang diskusi lintas sektor untuk membahas peran engineering dalam menjawab tantangan global, sekaligus mendorong penerapan solusi yang dapat diimplementasikan di berbagai bidang industri.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menampilkan karya inovasi mahasiswa Faculty of Engineering BINUS University yang mencakup program studi Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Biotechnology, Computer Engineering, dan Industrial Engineering.

INOVASI YANG DITAMPILKAN

Inovasi yang dipamerkan meliputi teknologi ramah lingkungan, efisiensi proses industri, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan. Seluruh karya diarahkan pada pendekatan human-centered yang menekankan relevansi terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

Sejumlah mitra industri turut terlibat dalam kegiatan ini, antara lain PT Alamtri Minerals Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Propan Raya ICC, dan PT Kapal Api Group, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Keterlibatan industri ini memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan dunia usaha dalam mendorong hilirisasi riset serta percepatan penerapan teknologi. Kolaborasi tersebut ditujukan agar inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat masuk ke implementasi nyata di lapangan.

Binus juga menyoroti perubahan peran engineer di era modern. Selain kemampuan teknis, engineer dituntut memiliki kemampuan adaptif, kolaboratif, serta pemahaman terhadap dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan.

BINUS Engineering Week 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, industri, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat lahirnya solusi engineering yang relevan dengan kebutuhan global dan tantangan masa depan. (E-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *