
INTER Milan resmi mengunci gelar Double Winner domestik musim ini setelah sukses menumbangkan Lazio 2-0 pada partai final Coppa Italia di Stadio Olimpico. Kemenangan ini menjadi catatan sejarah baru bagi Nerazzurri, sekaligus membuktikan kebangkitan mereka setelah sempat terpuruk pada musim sebelumnya.
Laga final ini ditentukan sepenuhnya pada babak pertama. Tekanan konsisten Inter memaksa bek Lazio, Adam Marusic, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau tendangan sudut Federico Dimarco. Tak lama berselang, Denzel Dumfries berhasil mencuri bola dari Nuno Tavares untuk memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Lautaro Martinez.
Pencapaian Historis Sejak Era Mourinho
Gelar ini merupakan trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah klub. Namun, yang jauh lebih prestisius, ini adalah kali pertama Inter Milan berhasil mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia dalam satu musim sejak era legendaris Jose Mourinho saat meraih Treble pada tahun 2010.
Keberhasilan ini terasa emosional mengingat Inter mengakhiri musim lalu tanpa gelar, yang berujung pada kepergian Simone Inzaghi. Di bawah arahan Cristian Chivu, yang sebelumnya hanya memiliki pengalaman singkat di Parma, Inter justru tampil solid dan konsisten.
Kebanggaan Sang Kapten
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi tim. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai jawaban atas keraguan banyak pihak setelah performa buruk musim lalu.
“Ini sangat berarti, karena tidak mudah setelah apa yang terjadi musim lalu untuk kembali ke jalur yang benar, tetapi kami berhasil menjalani musim yang benar-benar luar biasa. Kami menunjukkan hasil, performa, dan intensitas yang baik, jadi saya bangga kami mengakhirinya dengan trofi lain yang sangat berarti,” ujar Lautaro Martinez kepada Sport Mediaset.
Ia juga memuji kontribusi pelatih Cristian Chivu dalam membimbing tim hingga ke titik ini. “Kami memberikan nilai 10 dari 10 untuk Chivu, karena dia sangat membantu kami,” tambah sang kapten.
Kembalinya Dumfries dan Gelar MVP
Malam final ini juga menjadi momen spesial bagi Denzel Dumfries. Setelah sempat absen lama akibat cedera pergelangan kaki yang memerlukan operasi, bek asal Belanda ini tampil impresif dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) oleh Lega Serie A.
Sambil bercanda, Dumfries menceritakan dinamika hubungannya dengan Lautaro di lapangan. “Saya senang bisa kembali dan membantu rekan setim saya. Saya senang bisa memberikan assist untuk Lauti, yang sempat marah kepada saya karena tidak memberikan banyak assist musim ini,” ungkap Dumfries.
Dengan kemenangan ini, Inter Milan tidak hanya menambah koleksi trofi di lemari mereka, tetapi juga menegaskan dominasi total mereka di kancah sepak bola Italia musim ini. (Football-Italia/Z-2)
