
ANGKATAN Laut Iran mendeteksi sebuah kapal tanker minyak yang terbakar di bagian timur Selat Hormuz saat melintasi wilayah yang dilarang. Iran menuding kapal tersebut mematikan sistem pelacakan dan mencoba melewati jalur tanpa koordinasi. Namun, informasi mengenai penyebab kebakaran dan dugaan ledakan belum dapat dipastikan secara independen.
Penyiar pemerintah Iran, Press TV, menayangkan rekaman yang diklaim berasal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Rekaman tersebut disebut memperlihatkan sebuah kapal tanker minyak berukuran sangat besar meledak setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz.
Namun, klaim mengenai ledakan akibat ranjau laut itu belum terverifikasi secara independen. Informasi yang disampaikan media Iran juga belum menjelaskan identitas kapal, tingkat kerusakan, ataupun kemungkinan korban dalam insiden tersebut.
Dalam laporan terpisah, kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip keterangan Angkatan Laut Iran yang menyatakan tim pengawas mereka mendeteksi dan mengidentifikasi sebuah kapal tanker yang tidak mematuhi ketentuan pelayaran. Kapal itu dilaporkan terbakar ketika mencoba melintasi kawasan terlarang di bagian timur Selat Hormuz pada Jumat (16/10).
Menurut Angkatan Laut Iran, kapal tersebut mematikan sistem pelacak sebelum memasuki wilayah yang dilarang. Namun, laporan IRNA tidak merinci nama kapal, negara pemilik, maupun tujuan pelayarannya.
Angkatan Laut Iran memperingatkan bahwa pergerakan kapal tanpa koordinasi di jalur dan kawasan terlarang dapat mengganggu keamanan pelayaran.
“Pergerakan tanpa koordinasi di jalur dan kawasan terlarang dapat menyebabkan ketidakamanan serta menimbulkan risiko serius bagi kapal-kapal lain,” demikian pernyataan Angkatan Laut Iran yang dikutip IRNA.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan transportasi laut. (B-3)
