
SETELAH empat kali mengitari langit Kota Jambi akibat terbatasnya jarak pandang, pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 840 dari Jakarta akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi pada pukul 16.38 WIB, Senin (5/10).
Pesawat tersebut sempat tertahan di udara sebelum akhirnya berhasil menembus kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara. Setelah proses penurunan dan menaikkan penumpang selesai, pesawat yang sama dengan nomor penerbangan IU 841 kembali lepas landas menuju Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB, saat jarak pandang (visibility) membaik di kisaran 2.000 meter.
Keberhasilan pendaratan juga diikuti oleh maskapai lain. Pada pukul 16.55 WIB, pesawat Citilink QG 966 rute Jakarta-Jambi sukses mendarat di Bandara Sultan Thaha dengan kondisi jarak pandang mencapai 2.100 meter.
Pengalihan Penerbangan dan Jadwal Malam
Meski beberapa pesawat berhasil mendarat sore hari, gangguan kabut asap sempat berdampak pada jadwal penerbangan pagi. Pesawat Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) yang dijadwalkan tiba pukul 08.25 WIB sempat mengalami keterlambatan (delay) sebelum akhirnya diputuskan untuk mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Pihak otoritas Bandara Sultan Thaha menginformasikan bahwa jika kondisi kabut asap terus melonggar, sejumlah penerbangan dijadwalkan tetap mendarat pada Senin malam, di antaranya:
- Batik Air IDE 8878 dari Medan
- Batik Air 6806 dari Jakarta
- Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta
- Garuda Indonesia GA 128 dari Jakarta
Data Jarak Pandang Bandara Sultan Thaha
Berdasarkan laporan pemantauan cuaca di kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi sejak pagi hingga petang, fluktuasi jarak pandang tercatat sebagai berikut:
| Waktu (WIB) | Jarak Pandang (Meter) |
|---|---|
| 10.00 | 1.100 |
| 11.00 | 1.900 |
| 12.00 | 1.800 |
| 13.00 | 1.600 |
| 14.00 | 1.700 |
| 15.00 | 2.200 |
| 15.30 | 1.100 |
| 16.00 | 1.000 |
| 16.30 | 1.500 |
| 17.00 | 2.100 |
| 18.00 | 2.100 |
Kondisi paling kritis terjadi antara pukul 15.30 hingga 16.00 WIB di mana jarak pandang merosot hingga 1.000 meter, sebelum akhirnya membaik menjelang pukul 17.00 WIB yang memungkinkan aktivitas penerbangan kembali normal. (H-2)
