Sunday, October 4

Kasus Antraks Muncul Kembali di Gunungkidul, 4 Warga Positif Dinyatakan Sembuh


Petugas kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) memeriksa mulut Sapi yang disiapkan untuk hewan kurban di Desa Jeulikat, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (3/6/2025)(ANTARA/RAHMAD)

KASUS antraks kembali dilaporkan muncul di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak empat warga di Dusun Pelem, Kapanewon Semanu, dinyatakan positif terinfeksi bakteri antraks setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Ismono, menjelaskan bahwa munculnya kembali kasus ini dipicu oleh tindakan warga yang menyembelih dan mengonsumsi daging kambing yang mati secara mendadak, atau yang dikenal dengan tradisi brandu.

Kronologi temuan bermula saat sejumlah warga memeriksakan diri ke Puskesmas setempat dengan keluhan gejala klinis yang mengarah pada antraks. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinkes segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan menemukan tujuh orang berstatus suspek.

“Karena ada suspek, kemudian diperiksa ke Labkesmas dan memang itu hasil PCR-nya (empat orang) positif (antraks),” ujar Ismono, Jumat (2/10).

Puluhan Warga dalam Pengawasan

Selain empat pasien positif, Dinkes Gunungkidul juga memperluas penelusuran dan mengidentifikasi sebanyak 47 orang lainnya yang masuk dalam kategori populasi berisiko. Mereka diketahui memiliki riwayat paparan langsung terhadap hewan maupun produk hewan dari kambing yang mati mendadak tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, warga yang masuk dalam daftar berisiko telah diberikan antibiotik profilaksis. Dinkes akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan mereka selama 60 hari ke depan, atau setara dengan dua kali masa inkubasi bakteri antraks.

Pasien Dinyatakan Sembuh

Programmer Penyakit Menular Zoonosis Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Eko Mujiarto, memastikan bahwa empat pasien yang sebelumnya dinyatakan positif kini telah pulih.

“Sudah sembuh semua dan belum ditemukan munculnya kasus baru,” ungkap Eko.

Meskipun kondisi telah terkendali, pihak kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menyembelih apalagi mengonsumsi hewan ternak yang mati karena sakit guna memutus rantai penyebaran penyakit zoonosis ini. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *