Sunday, October 4

Perahu Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi di Tasikmalaya, 2 Nelayan Ditemukan Meninggal


Tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 nelayan dalam kondisi meninggal setelah perahu yang ditumpanginya terbalik berada di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya hingga keduanya dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya u(Doc Tim SAR gabungan)

TIM SAR gabungan berhasil menemukan 2 nelayan dalam kondisi meninggal setelah perahu yang ditumpanginya terbalik berada di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Keduanya dievakuasi ke Puskesmas Cipatujah menggunakan mobil ambulans hingga diserahkan kepada keluarganya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pencarian terhadap 2 orang nelayan telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dan keduanya dalam kondisi meninggal. Namun, korban pertama Wili (48), berhasil ditemukan di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta dan Ending (58), ditemukan warga sejauh 18 kilometer ke arah Timur.

“Tim SAR gabungan mengevaluasi korban setelah ditemukan warga dan upaya yang dilakukan dengan cara menandu melalui jalan kaki naik turun perbukitan lantaran jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian perahu terbalik. Pencarian terhadap korban berhasil ditemukan dan keduanya langsung diserahkan kepada keluarga hingga operasi SAR ditutup,” ujar, Ade Dian Permana, Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, Kepala Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tasikmalaya, AKP Dian Susila Setiana mengatakan, tim SAR gabungan selama pencarian berhasil menemukan 2 orang nelayan dalam kondisinya meninggal. Kedua korban sebelumnya menumpangi perahu terbalik terhempas gelombang tinggi salah satunya selamat.

“Korban pertama bernama Wili, berhasil ditemukan tim SAR petugas berada di Pamoekan, Desa Sindangkerta dan Ending, ditemukan sejauh 18 kilometer ke arah Timur hingga petugas melakukan evakuasi dengan menandu korban dan berjalan kaki naik turun perbukitan selanjutnya dibawa menuju Puskesmas Cipatujah,” katanya 

Ia mengatakan, kecelakaan perahu terbalik membuat satu orang nelayan selamat saat setelah berupaya berenang menuju pesisir pantai, tapi dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan keduanya dibawa ke Puskesmas sebelum diserahkan kepada keluarganya. Namun, kedua korban ditemukan berjauhan dari titik awal berada di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta.

“Kedua korban berhasil dievakuasi petugas gabungan dan dibawa menuju Puskesmas Cipatujah untuk dilakukan identifiasi serta diserahkan kepada keluarga. Kedua korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum Pamoekan, kami mengimbau agar nelayan jangan memaksakan diri saat gelombang tinggi terjadi karena bahaya bagi keselamatan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, kejadian itu bermula ketiga orang korban bernama Ending, Weli, dan Budi, berangkat melaut sekitar pukul 16.00 WIB untuk menangkap ikan dan korban hendak kembali ke daratan sekitar pukul 22.00 WIB malam tiba-tiba gelombang tinggi menghantam perahu dan terbalik. Namun, korban Budi berhasil selamat saat berupaya berenang menuju pesisir pantai dan meminta bantuan warga sekitar. (AD)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *