Sunday, September 20

Kekeringan di Klaten 4,7 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke 11 Desa


Ilustrasi kekeringan.(Dok. Antara)

Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus mengguyur bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Hingga saat ini, krisis air bersih pada musim kemarau tersebut telah melanda warga di 11 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 951 tangki atau setara dengan 4.751.000 liter. Penyaluran ini dilakukan secara bertahap untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Rincian Sumber Bantuan

Dari total 951 tangki yang tersalurkan, mayoritas bantuan bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Sebanyak 939 tangki berasal dari APBD melalui BPBD Klaten. Sementara itu, 12 tangki sisanya merupakan kontribusi dari berbagai pihak melalui program CSR dan kepedulian sosial, antara lain:

  • BBWS Bengawan Solo
  • NGO Tanah Air Lestari
  • Tempo Scan
  • Polresta Klaten

Wilayah Terdampak Kekeringan

Kekeringan di Kabupaten Klaten saat ini tersebar di lima kecamatan dengan rincian sebagai berikut:

  • Kecamatan Kemalang: 4 desa
  • Kecamatan Bayat: 3 desa
  • Kecamatan Cawas: 2 desa
  • Kecamatan Jatinom: 1 desa
  • Kecamatan Wedi: 1 desa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, menjelaskan bahwa kegiatan dropping air bersih ini sudah dimulai sejak 15 Juni 2026. Hingga Minggu (20/9), tercatat sebanyak 5.440 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 18.455 jiwa telah menerima manfaat dari bantuan ini.

Kondisi Terparah di Lereng Merapi

Krisis air bersih paling signifikan dilaporkan terjadi di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Kemalang. Empat desa yang mengalami dampak terparah adalah Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.

“Sebagaimana diketahui, bahwa kekeringan di empat desa itu sudah menjadi langganan setiap musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga bergantung dari bantuan,” ujar Anjung Darojati.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan distribusi air bersih tetap berjalan lancar selama masa kekeringan berlangsung. (H-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *