Thursday, October 8

Krisis Air Bersih Meluas di Tasikmalaya, 97.683 Jiwa Terdampak Kekeringan


Musim kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih semakin parah tersebar di berbagai daerah termasuk Tasikmalaya dan kini BPBD pasok air bagi masyarakat sudah mencapai lebih dari 2 juta liter.(MI/Kristiadi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, pasok air bersih bagi 31.128 Kepala Keluarga (KK) atau 97.683 jiwa terdampak krisis air bersih di 49 Kelurahan dari 69 tersebar 10 Kecamatan. Kekeringan menyebabkan ratusan sumur warga menyusut drastis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova mengatakan, bencana El Nino semakin meluas terdampak di 49 Kelurahan tersebar 10 Kecamatan. Kekeringan tersebut, BPBD pasok air bagi 97.683 jiwa atau 31.128 Kepala Keluarga dilakukan di 224 titik atau 452 rit air bersih.

“Fenomena El Nino semakin kering sudah mencakup 10 Kecamatan hingga pasokan air bersih gratis yang diberikan mencapai 2.042.000 liter. Kebutuhan tersebut, untuk meringankan beban bagi masyarakat dan diperuntukkan untuk minum, masak, cuci pakaian, wudlu dan lantaran ratusan sumur kondisi kering,” ujar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, Kamis (8/10/2026).

Budi mengatakan, musim kemarau yang terjadi semakin kering dan krisis air bersih meluas menyebabkan setengah warga Kota Tasikmalaya mengandalkan bantuan. Namun, krisis air bersih terdampak di 49 kelurahan dari jumlah keseluruhan 69 dan kebutuhan tersebut dipasok setiap hari lantaran kondisinya kekurangan sangat parah.

“Kebutuhan air bersih gratis dipasok ke pelosok perkampungan, pesantren, rumah sakit, sekolah, perkantoran dan yang lain. Pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan BPBD, tapi berbagai pihak turut membantu supaya air yang diberikan dapat bermanfaat sesuai kebutuhan,” katanya.

Sementara itu, Mamad (48), Kecamatan Mangkubumi mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi semakin parah hingga membuat sumur miliknya kering dan sudah terjadi 6 bulan. Namun, kebutuhan air bersih mengandalkan bantuan dari BPBD untuk minum, masak, cuci pakaian, wudlu dan buang air.

“Musim kemarau yang terjadi sangat parah dan untuk sekarang hanya mengandalkan bantuan dari BPBD karena krisis air makin membingkungkan bagi keluarganya. Akan tetapi, adanya bantuan air hanya bisa untuk mandi, wudu dan separuhnya membeli air galon lantaran tidak cukup dalam waktu 4 hari,” pungkasnya. (AD)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *