Wednesday, September 30

Lamine Yamal Ukir Sejarah, Cetak Gol di Piala Dunia sebelum 19 Tahun


Arsip: Penyerang Timnas Spanyol Mikel Oyarzabal merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Timnas Turki pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion de la Cartuja, Sevilla, Selasa (18/11/2025) waktu setempat.(UEFA.com)

LAMINE Yamal sedang membuktikan dirinya bukan sekadar wonderkid, tetapi juga “jimat keberuntungan” bagi Timnas Spanyol. La Roja tercatat belum pernah kalah dalam 21 pertandingan terakhir ketika pemain berusia muda itu turun sebagai starter, dan rekor tersebut berlanjut saat menghadapi Arab Saudi pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Minggu (21/6) malam WIB.

Dalam laga yang berakhir dengan keunggulan telak 3-0 di babak pertama tersebut, Yamal langsung memberi dampak nyata. Gol cepatnya pada menit ke-10 membuka jalan dominasi Spanyol, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di panggung dunia saat ini.

Jimat Keberuntungan yang Tak Terbantahkan

Sejak pertama kali dipercaya sebagai starter, Yamal selalu membawa aura positif bagi skuad asuhan Luis de la Fuente. Statistik menunjukkan Spanyol tak terkalahkan dalam 21 laga terakhir saat dirinya tampil sejak awal (15 menang, 6 imbang). Catatan ini semakin menguat seiring kontribusi krusialnya di Amerika Serikat.

Gol ke gawang Arab Saudi juga menempatkan Yamal dalam buku sejarah. Ia resmi menjadi pemain ketujuh dalam sejarah sepak bola yang mampu mencetak gol di putaran final Piala Dunia sebelum berusia 19 tahun. Selain itu, ia menjadi pemain pertama yang pernah menjadi starter di Euro dan Piala Dunia pada usia 18 tahun atau lebih muda.

Di sisi lain, kapten Arab Saudi Salem Al-Dawsari yang diharapkan menjadi pembeda masih terisolasi di lini depan. Al-Dawsari membutuhkan dua gol lagi untuk melewati rekor Keisuke Honda sebagai pencetak gol terbanyak pemain Asia di sejarah Piala Dunia, namun hingga turun minum, ia belum mendapatkan peluang bersih.

Proses Terjadinya Pesta Gol La Roja

Dominasi Spanyol sudah terlihat sejak peluit pertama dibunyikan. Gol pembuka lahir di menit ke-10 berawal dari kesalahan tendangan gawang Arab Saudi. Mikel Oyarzabal yang berhasil merebut bola mengirimkan umpan silang rendah yang diselesaikan dengan sempurna oleh Lamine Yamal di tiang jauh.

Mikel Oyarzabal kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok Yamal yang disapu pertahanan lawan, Dani Olmo mengirim bola kembali ke kotak penalti. Aymeric Laporte memenangkan duel udara, dan Oyarzabal dengan sigap menyambar bola mendahului bek lawan untuk menggetarkan jala Mohammed Al-Owais.

Hanya berselang tiga menit, Oyarzabal mencetak gol keduanya. Kerja sama apik antara Pau Cubarsi dan Marc Cucurella di sisi kiri diakhiri dengan sundulan Dani Olmo ke mulut gawang yang langsung dikonversi Oyarzabal menjadi gol ketiga Spanyol.

Statistik Babak I Spanyol vs Arab Saudi:






Penguasaan Bola 74% – 26%
Total Tembakan 16 – 2
Tembakan Tepat Sasaran 6 – 0

Dominasi Total di Atlanta

Spanyol tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 74 persen. Arab Saudi yang diasuh Georgios Donis mencoba bertahan dengan blok rendah dalam formasi 5-3-2, namun mereka tak mampu keluar dari tekanan hebat lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri dan Pedri.

The Green Falcons hanya mencatat dua percobaan tanpa satu pun yang mengancam gawang Unai Simon. Dengan performa klinis ini, Spanyol tidak hanya mengincar kemenangan perdana di Grup H setelah sebelumnya ditahan imbang Tanjung Hijau, tetapi juga mengirim pesan kuat sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026. (Ant/I-1)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *