Sunday, October 11

Leclerc Sesali Kesalahan di Kualifikasi GP Singapura, Ferrari Siap Tekan Verstappen


Charles Leclerc kecewa gagal meraih pole position di GP Singapura usai terpaut 0,054 detik dari Max Verstappen.(Formula 1)

PEMBALAP Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal mengamankan pole position pada sesi kualifikasi Formula 1 GP Singapura. Leclerc terpaksa harus puas mengawali balapan dari posisi kedua usai kalah tipis dari rivalnya dari tim Red Bull Racing, Max Verstappen.

Ferrari sebenarnya tampil sangat kompetitif sepanjang sesi kualifikasi. Setelah meraih hasil manis dengan dua podium pada sesi Sprint, rekan setim Leclerc, Lewis Hamilton, sempat memimpin catatan waktu pada kualifikasi pertama (Q1) dan kedua (Q2).

Pada sesi akhir Q3, Verstappen berhasil mencatatkan waktu tercepat sementara. Hamilton gagal mempertajam catatan waktunya pada lap terakhir, membuka peluang bagi Leclerc untuk melompati rekan setimnya ke posisi kedua (P2). Pembalap asal Monako tersebut mengakhiri kualifikasi dengan selisih sangat tipis, hanya 0,054 detik di belakang Verstappen.

“Bisa dikatakan bahwa lap yang bagus terjadi pada waktu yang tepat di akhir, tetapi saya mengalami banyak kesulitan selama kualifikasi ini. Q1 dan Q2 sangat sulit,” kata Leclerc usai sesi kualifikasi.

“Ada beberapa hal aneh yang terjadi pada rem, mobil sedikit tertarik saat pengereman, yang tidak begitu menyenangkan di lintasan seperti di sini. Namun kemudian di Q3, putarannya cukup oke. Saya melakukan beberapa kesalahan, dan saya pikir ada potensi untuk meraih pole hari ini, tetapi Max melakukan pekerjaan yang lebih baik,” tambahnya.

Pengaturan Mobil dan Tipisnya Batas Performa

Leclerc mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan sedikit perubahan pada pengaturan mobil sebelum kualifikasi dimulai, setelah merasa relatif puas dengan performa mobil pada hari sebelumnya.

“Saya pikir ada batasan yang sangat tipis pada mobil kami, di mana mobil bisa melewati batas atau di bawah batas, dan menemukan ‘sweet spot’ itu sangat, sangat sulit. Saya rasa saya mungkin mendapatkannya di dua fase pertama, tetapi Anda harus melihat perkembangan lintasan dan cengkeraman yang meningkat, jadi Anda harus bereaksi terhadap hal itu. Jika diingat kembali, mungkin seharusnya saya tidak melakukannya, jadi performa dari diri saya sendiri tidak cukup bagus,” jelasnya.

Strategi Kerja Sama Tim untuk Menekan Red Bull

Meski gagal mengamankan posisi terdepan, hasil ini menandai langkah maju yang berharga bagi Ferrari di Singapura. Sebelumnya, Lewis Hamilton sukses mengonversi posisi start keenam (P6) menjadi finis kedua (P2) saat sesi Sprint, memberi sinyal bahwa Ferrari mampu memberikan perlawanan sengit kepada Red Bull.

Pembalap berusia 28 tahun itu turut memberikan pujian atas peningkatan performa yang ditunjukkan oleh Red Bull, terutama berkat paket pembaruan yang dibawa sejak balapan di Baku.

“Red Bull telah melakukan pekerjaan yang fantastis; mereka melakukan pekerjaan hebat dengan mesin mereka, tetapi saya pikir juga dengan mobil mereka. Ini jelas tim yang hebat, dan saya pikir mereka membawa peningkatan di Baku yang benar-benar menempatkan mereka di depan,” ujar Leclerc.

Menatap balapan utama, Leclerc optimistis keberadaan dua mobil Ferrari di barisan depan dapat dimanfaatkan untuk memberi tekanan maksimal kepada Verstappen.

“Saya pikir ini masih merupakan hasil yang bagus bagi kami, dengan menempatkan dua mobil Ferrari di atas sana. Kami pasti bisa… mudah-mudahan bekerja sebagai tim besok untuk mencoba menempel Max dan menempatkan mereka di bawah tekanan. Saya pikir itu satu-satunya cara. Saya yakin dia akan cepat, tetapi mudah-mudahan bersama-sama, sebagai tim, kami berpotensi… Siapa tahu? Kita lihat saja apakah kami bisa melewatinya,” pungkas Leclerc. (Formula 1/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *