
DALAM semesta One Piece karya Eiichiro Oda, Kozuki Oden dikenal sebagai salah satu karakter paling karismatik dan kuat yang pernah ada. Namun, perjalanannya berakhir secara tragis dalam sebuah peristiwa yang dikenal sebagai “The Legendary Hour” atau Jam Legendaris. Banyak penggemar bertanya-tanya, apa alasan sebenarnya di balik eksekusi sang pewaris takhta Wano ini?
Kematian Kozuki Oden bukan sekadar kekalahan dalam pertempuran, melainkan hasil dari konspirasi politik, pengkhianatan, dan pengorbanan demi masa depan negerinya. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan dan kronologi mengapa Kozuki Oden dibunuh.
Alasan Utama Kozuki Oden Dieksekusi
Secara garis besar, ada tiga alasan utama yang mendasari mengapa Kozuki Oden harus dieliminasi oleh pihak musuh:
- Ancaman bagi Kekuasaan Orochi: Sebagai pewaris sah gelar Shogun Wano, keberadaan Oden adalah ancaman absolut bagi legitimasi Kurozumi Orochi yang merebut kekuasaan melalui tipu muslihat.
- Penghalang Ambisi Kaido: Kaido ingin menjadikan Wano sebagai pabrik senjata raksasa dan markas bajak lautnya. Kekuatan fisik Oden yang luar biasa adalah satu-satunya hal yang mampu menghentikan ambisi tersebut.
- Pengetahuan tentang Rahasia Dunia: Oden adalah mantan anggota kru Raja Bajak Laut Gol D. Roger yang telah mencapai Laugh Tale. Ia mengetahui rahasia dunia, termasuk Void Century, yang membuatnya menjadi target berbahaya bagi stabilitas tatanan dunia yang diinginkan para antagonis.
Kronologi Kematian: Pengorbanan di Atas Minyak Mendidih
Setelah ditipu oleh Orochi selama lima tahun dengan janji palsu untuk membebaskan rakyat Wano, Oden akhirnya menyadari bahwa diplomasi tidak akan berhasil. Ia bersama sembilan pengikut setianya, Akazaya Nine, memutuskan untuk menyerang Kaido secara langsung.
Meski hampir berhasil menebas Kaido, Oden kalah setelah terdistraksi oleh taktik licik musuh yang menyamar menjadi putranya, Momonosuke. Oden kemudian dijatuhi hukuman mati dengan cara direbus hidup-hidup di dalam kuali berisi minyak mendidih.
Namun, Oden mengajukan sebuah kesepakatan: jika ia bisa bertahan di dalam minyak mendidih selama satu jam, mereka yang selamat harus dibebaskan. Di sinilah momen legendaris terjadi. Oden masuk ke dalam kuali sambil mengangkat papan besar di atas kepalanya untuk menopang kesembilan pengikutnya agar tidak terkena minyak panas.
Detik-Detik Terakhir Sang Legenda
Oden berhasil bertahan selama 60 menit dalam suhu yang mematikan. Namun, Orochi yang licik mengubah aturan di menit terakhir dan memerintahkan eksekusi tembak di tempat. Sebelum tewas, Oden sempat melemparkan para pengikutnya keluar dari area eksekusi agar mereka bisa melarikan diri dan mewujudkan mimpinya: membuka perbatasan Wano Kuni.
Kozuki Oden akhirnya tewas setelah ditembak oleh Kaido di bagian kepala. Ia gugur dengan senyuman di wajahnya, meninggalkan warisan semangat yang nantinya akan diteruskan oleh Luffy dan aliansi Samurai di masa depan.
Kematian Oden menjadi katalisator utama bagi pemberontakan di Wano yang terjadi 20 tahun kemudian. Tanpa pengorbanannya, Akazaya Nine tidak akan selamat untuk memimpin serangan di Onigashima.
Kisah Kozuki Oden adalah pengingat tentang integritas dan keberanian. Meskipun fisiknya telah tiada, semangatnya untuk membebaskan Wano tetap hidup hingga akhir cerita arc Wano Kuni. (Z-4)
