
MANAJER Arsenal, Mikel Arteta, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa The Gunners melangkah ke final Liga Champions. Kemenangan tipis 1-0 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium memastikan Arsenal akan berlaga di partai puncak yang akan digelar di Budapest, menghadapi pemenang antara Bayern Munich atau Paris Saint-Germain.
Dalam konferensi pers usai laga, Arteta menyebut keberhasilan ini sebagai momen bersejarah yang emosional bagi seluruh elemen klub. Penantian selama 20 tahun akhirnya terbayar lunas.
Pujian untuk Atmosfer Stadion dan Loyalitas Suporter
Arteta menyoroti betapa besarnya peran suporter dalam kemenangan ini. Menurutnya, energi yang diberikan pendukung Arsenal sejak di luar stadion hingga peluit akhir dibunyikan adalah sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Ini malam yang luar biasa. Kita membuat sejarah lagi bersama-sama. Saya sangat bahagia dan bangga pada semua orang di klub ini. Sambutan yang kami terima di luar stadion sangat istimewa dan unik,” ujar Arteta. “Atmosfer yang diciptakan suporter, energinya, cara mereka menghidupkan setiap bola bersama kami, itu sungguh spesial. Saya tidak pernah merasakan hal seperti itu di stadion ini.”
Keputusan Berisiko dan “Gut Feeling”
Mengenai pemilihan pemain, Arteta mengakui sempat bimbang. Ia akhirnya memutuskan untuk menurunkan starting XI yang sama dengan tim yang mengalahkan Fulham di akhir pekan lalu.
“Jika Anda melihat iPad saya, jumlah susunan pemain yang saya buat, ubah, dan putar balik lagi sangat banyak. Pada akhirnya, itu adalah perasaan dari hati saya (gut feeling),” jelasnya. Ia mengakui sangat sulit meninggalkan pemain penting di bangku cadangan, namun ia memuji kontribusi para pemain pengganti yang tampil maksimal saat dibutuhkan.
Dedikasi untuk Keluarga dan Masa Depan Klub
Saat ditanya siapa sosok pertama yang ia pikirkan saat peluit panjang berbunyi, Arteta secara emosional menyebutkan keluarganya. Bagi Arteta, kebahagiaan yang terpancar dari mata suporter dan staf adalah alasan mengapa pekerjaannya sebagai pelatih menjadi masuk akal.
“Urutannya segera, istri saya, anak-anak, orangtua, saudara perempuan saya, dan kemudian semua orang di klub. Ketika Anda menatap mata seseorang dan mereka menunjukkan ekspresi bangga, saat itulah pekerjaan kami terasa berarti,” tambahnya.
Meski merayakan kesuksesan besar ini, Arteta mengingatkan timnya untuk tetap membumi. Fokus Arsenal kini segera beralih ke laga krusial melawan West Ham United di kompetisi domestik pada hari Minggu mendatang.
“Pekerjaan saya adalah tetap stabil. Kita nikmati momen ini sekarang, tapi besok kami harus mulai bersiap untuk West Ham karena itu akan menjadi laga yang sangat sulit,” pungkasnya.
Keberhasilan ini merupakan final Liga Champions kedua sepanjang sejarah Arsenal, dan Arteta bertekad untuk menjaga momentum positif ini guna membawa pulang trofi paling bergengsi di Eropa tersebut. (Arsenal/Z-2)
