Thursday, October 1

Pasar Laundry Komersial Indonesia Tumbuh, Kapasitas Produksi Regional Diperbesar


Ilustrasi(Dok ALS)

PERTUMBUHAN industri laundry komersial di Indonesia mendorong peningkatan kapasitas produksi peralatan laundry di kawasan Asia Tenggara. Urbanisasi yang terus berlangsung, perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, serta ekspansi sektor perhotelan menjadi faktor utama yang mengerek permintaan terhadap layanan laundry modern dan peralatan pendukungnya.

Merespons perkembangan tersebut, Alliance Laundry Systems (ALS) meningkatkan kapabilitas fasilitas manufakturnya di Chonburi, Tailan, untuk memperkuat pasokan dan dukungan bagi pasar Asia Pasifik, termasuk Indonesia yang disebut sebagai salah satu pasar terbesar dan bertumbuh paling cepat di kawasan.

Managing Director Asia-Pacific Alliance Laundry (Thailand) Co., Ltd. Ben Dobbs mengatakan, peningkatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi laundry komersial yang lebih efisien, andal, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di berbagai negara.

“Dengan menggabungkan rekayasa canggih, manufaktur yang berpresisi tinggi, serta STAR Lab pertama di kawasan ini, kami memiliki posisi yang tepat menghadirkan produk yang mendukung efisiensi operasional dan kebutuhan bisnis jangka panjang,” kata Ben Dobbs dalam keterangan tertulis.

Kawasan Asia Pasifik saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri laundry komersial dunia. Selain didorong meningkatnya jumlah konsumen kelas menengah, perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan juga memicu kebutuhan terhadap layanan laundry profesional yang lebih efisien dan berkapasitas besar.

Di Indonesia, tren penggunaan layanan laundromat terus meningkat seiring mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi. Pada saat yang sama, banyak hotel mulai mengalihdayakan layanan laundry guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Kesadaran terhadap praktik usaha yang lebih berkelanjutan juga turut mendorong transformasi industri. Pelaku usaha kini semakin mempertimbangkan penggunaan peralatan yang mampu menghemat energi dan air sekaligus menawarkan umur pakai yang lebih panjang.

ALS menilai Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara untuk layanan laundry komersial. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pertumbuhan penduduk perkotaan dan keterbatasan waktu masyarakat mendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan laundry berbasis alih daya, termasuk laundromat swalayan dan layanan laundry on-demand.

Selain itu, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) masih menjadi tulang punggung industri laundry nasional. Banyak operator independen, mulai dari usaha laundry kiloan hingga jaringan waralaba, kini mulai berinvestasi pada peralatan yang lebih tahan lama dan berteknologi tinggi guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ALS memperkuat fasilitas manufakturnya di Tailan yang memiliki luas 27.000 meter persegi dan berfungsi sebagai pusat ekspor regional. Fasilitas ini juga akan menjadi basis peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

Pabrik tersebut menggunakan mesin presisi berteknologi Jerman yang memungkinkan produksi komponen dengan tingkat akurasi tinggi dan kualitas yang konsisten. ALS juga mengintegrasikan teknologi rapid prototyping dan computer-aided engineering dalam proses pengembangan produk sehingga desain, simulasi, dan validasi dapat dilakukan secara lebih cepat sebelum memasuki tahap produksi massal.

Salah satu produk yang dikembangkan melalui fasilitas tersebut adalah Stax-X, mesin cuci dan pengering bertumpuk yang ditujukan bagi pelaku usaha pemula, UKM, dan operator laundry dengan keterbatasan ruang usaha. Produk ini tersedia dalam kapasitas 14 kilogram dan 23 kilogram serta dipasarkan melalui berbagai merek dalam portofolio ALS, yakni Speed Queen, Huebsch, IPSO, dan Primus.

Pengembangan produk dilakukan melalui STAR Lab (Thailand Science Technology Research Laboratory), pusat riset dan pengembangan regional pertama ALS di Asia Pasifik. Di fasilitas ini, berbagai produk menjalani pengujian untuk memastikan standar performa, keselamatan, dan kelayakan sebelum dipasarkan.

Selain meningkatkan kapasitas manufaktur, ALS juga memperkuat layanan purna jual melalui jaringan distributor di berbagai negara. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, layanan perawatan, ketersediaan suku cadang, bantuan teknis, hingga layanan garansi.

“Investor tidak hanya membeli mesin. Mereka membutuhkan dukungan menyeluruh sepanjang perjalanan bisnis. Karena itu, setiap keputusan yang kami ambil, mulai dari rekayasa, distribusi, hingga layanan, dirancang melindungi investasi mereka dan mendukung imbal hasil jangka panjang,” ujar Dobbs. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *