
KECAMATAN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, telah menjadi kawasan pusat pendidikan. Sejumlah kampus besar sudah beroperasi di wilayah ini, di antaranya ITB, Unpad, Ikopin dan IPDN.
Namun, di antara geliat aktivitas mahasiswa jalan raya di Jatinangor masih dilalui sejumlah kendaraan berat, di antaranya truk sumbu tiga. Mahasiswa, dosen dan masyarakat sudah meminta kendaraan besar tidak lagi menggunakan jalan raya di wilayah itu, karena membahayakan mereka.
Menjawab keinginan itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta kendaraan berat khususnya truk sumbu tiga untuk tidak melintasi kawasan pendidikan Jatinangor demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.
“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan yang aktivitas pendidikannya sangat padat,” ujarnya, Rabu (17/6).
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengusaha angkutan dan pemilik kendaraan berat agar memanfaatkan akses Jalan Tol Cisumdawu yang telah tersedia.
Bagi kendaraan besar dari arah Bandung menuju Sumedang maupun Cirebon, diharapkan masuk melalui Gerbang Tol Cileunyi dan melanjutkan perjalanan melalui Tol Cisumdawu tanpa melewati kawasan Jatinangor. Sebaliknya, kendaraan dari arah Sumedang menuju Bandung dapat masuk melalui Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.
“Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” katanya.
Menurutnya, penggunaan Tol Cisumdawu oleh kendaraan berat tidak hanya mengurangi kepadatan di kawasan pendidikan Jatinangor, tetapi juga menjadi solusi untuk menghindari titik rawan kemacetan lainnya seperti kawasan Cadas Pangeran.
“Harapan kami, kendaraan besar bisa beralih menggunakan tol sehingga masyarakat dapat menikmati kondisi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan lancar, baik di kawasan Jatinangor maupun jalur menuju Sumedang,” tandsnya. (SG)
