Wednesday, September 30

Pendapatan Stabil, Laba Terus Tumbuh


Ilustrasi(Dok PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk )

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mengumumkan kinerja keuangan semester I-2026 berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit. Perseroan memiliki portofolio usaha yang mencakup distribusi dan ritel sepeda motor, asuransi umum, transportasi, serta pembiayaan. Secara konsolidasi, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun pada semester I-2026, relatif stabil dengan penurunan tipis 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah dinamika pasar, perseroan berhasil meningkatkan kualitas profitabilitas melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta optimalisasi bauran bisnis. Hal tersebut tercermin dari kenaikan laba kotor sebesar 6% secara tahunan (year–on–year/yoy) menjadi Rp691 miliar. Laba usaha juga meningkat 25% yoy menjadi Rp366 miliar, sementara laba bersih konsolidasian tumbuh 23% yoy menjadi Rp336 miliar.

Sejalan dengan peningkatan laba, margin laba kotor naik menjadi 9,0%, margin laba usaha meningkat menjadi 4,7%, dan margin laba bersih mencapai 4,4%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan segmentasi usaha, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional.

Di bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor melalui MPMulia turun 3% yoy menjadi Rp6 triliun. Sebaliknya, pendapatan layanan purna jual meningkat 9% yoy menjadi Rp751 miliar.

Sementara itu, bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan penjualan sepeda motor naik 6% YoY menjadi Rp1,7 triliun, sedangkan pendapatan layanan purna jual meningkat lebih dari 9% yoy menjadi Rp51 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen Distribusi dan Ritel tetap terjaga di level Rp7,3 triliun atau hanya turun tipis 0,4% yoy.

Di tengah pendapatan yang relatif stabil, laba kotor meningkat 6% yoy menjadi Rp616 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 8,5% dari sebelumnya 7,9%. Peningkatan ini mencerminkan komposisi pendapatan yang semakin optimal serta perbaikan tingkat profitabilitas.

Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp434 miliar atau turun 10% yoy. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya.

Sementara itu, pendapatan dari lini asuransi properti relatif stabil di level Rp190 miliar. Di tengah penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13% yoy menjadi Rp357 miliar. Kondisi ini mendorong hasil jasa asuransi meningkat 4% yoy menjadi Rp77 miliar, yang mencerminkan pengelolaan underwriting yang tetap terjaga. Di sisi lain, hasil investasi tercatat sebesar Rp18 miliar atau turun 31% yoy, terutama akibat lebih rendahnya pendapatan investasi dari instrumen saham. 

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent tetap mampu mempertahankan profitabilitas meski aktivitas operasional mengalami moderasi. Selama semester I-2026, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp706 miliar atau turun 4% yoy Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta volume penjualan mobil bekas.

Meski demikian, laba kotor MPMRent meningkat 11% yoy menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1% dari sebelumnya 19,9%.

Di sisi lain, disiplin dalam pengelolaan biaya berhasil menurunkan beban operasional sebesar 45% yoy menjadi Rp275 miliar. Bersamaan dengan penurunan beban pencadangan dan beban terkait aset, langkah tersebut berhasil memperkecil rugi bersih segmen sebesar 58% yoy, dari Rp97 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp41 miliar pada semester I-2026. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *