Tuesday, September 22

Prilly Latuconsina Rela Jadi Pocong di Film Pendek Holy Crowd, Tayang di Cannes


Ilustrasi(MI/FATHURROZAK)

AKTRIS Prilly Latuconsina akan memerankan karakter baru, yakni menjadi pocong dan jenazah yang mengalami mati suri, dalam film terbaru berjudul Holy Crowd. Film ini akan tayang perdana di Cannes Film Festival 2026 dalam program Next Step Studio di La Semaine de la Critique.

“Sebelum terlibat di film ini, saya ketemu dengan produser saya, EB (Yulia Evina Bhara). Saya bilang kalau ada peran yang cocok dengan saya, boleh dong di-casting. 2-3 minggu kemudian, ‘Ada nih yang cocok untuk kamu, mau enggak casting?’ Saya jawab, ‘Jadi siapa? Pocong?’” ungkap Prilly saat konferensi pers di Pusat Kebudayaan Prancis di Indonesia, IFI Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, (6/5).

“Saya baca skenarionya, ini bukan pocong biasa, karena bangun lagi. Karakter unik, karakter Ratna ini lucu sekilas, tapi menggambarkan situasi yang terjadi saat ini di sekitar kita dan bahkan setiap hari. Pas baca karakter Ratna, saya lumayan agak nyesek dan berkaca-kaca pas baca skripnya,” lanjut Prilly.

“Di karakter ini digambarkan semua orang itu akan mau ambil sesuatu di dalam diri kita, tergantung kita beri apa ke orang itu.”

Film Holy Crowd disutradarai oleh sutradara Indonesia Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam. Film tersebut menjadi bagian dari Next Step Studio Indonesia, yang juga mempertemukan empat sutradara Indonesia dengan empat sutradara Asia Tenggara.

Tahun ini akan menjadi edisi perdana program Next Step Studio di La Semaine de la Critique yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next Step Studio, program ini memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia yang telah menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek yang akan ditayangkan selama edisi ke-65 La Semaine de la Critique.

Di Next Step Studio Indonesia, selain film Holy Crowd, juga ada film pendek Original Wound yang disutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film Mothers Are Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura, Lam Li Shuen. (H-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *