Tuesday, September 22

Purbaya Tetap Menkeu, Istana Kita Perlukan Saling Koordinasi yang Keras


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(Antara)

ISTANA Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah rumor perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Penegasan ini sekaligus mematahkan spekulasi mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan yang saat ini dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini bukanlah pada pergantian personel, melainkan pada penguatan sinergi antarlembaga otoritas moneter dan fiskal untuk menghadapi tantangan ekonomi global.

“Tidak ada rencana pergantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang keras, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujar Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Kamis (4/6).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu mengenai pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan RI. “Tidak benar,” tegas Purbaya singkat saat dikonfirmasi.

Rumor ini beredar usai Purbaya menghadiri Rapat Paripurna terkait revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di DPR RI.

Dampak Rupiah Rp18.000 terhadap APBN

Di tengah isu politik kabinet, tekanan terhadap rupiah menjadi sorotan utama. Nilai tukar rupiah terpantau telah menembus level Rp18.000 per dolar AS, jauh di atas asumsi makro APBN yang ditetapkan sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Meski demikian, Menkeu Purbaya memastikan bahwa pelemahan ini belum mengganggu kemampuan pemerintah dalam membayar utang negara. Hal ini dikarenakan mayoritas surat utang pemerintah menggunakan skema bunga tetap (fixed rate).

Analisis Dampak Kurs terhadap Utang:

  • Kupon Surat Utang: Bersifat tetap (fixed rate), sehingga beban pokok tidak berubah secara drastis.
  • Bunga Utang Valas: Diakui mengalami peningkatan beban pembayaran dalam denominasi rupiah.
  • Fundamental: Pemerintah meyakini nilai fundamental rupiah sebenarnya berada di bawah level Rp18.000.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario nilai tukar, termasuk dampak lonjakan harga BBM akibat konflik geopolitik. “Pada dasarnya, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” pungkasnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. (Ant/Mir/I-1)








Indikator Ekonomi Nilai/Status
Kurs Rupiah Saat Ini Rp18.000 per Dolar AS
Asumsi Kurs APBN Rp16.500 per Dolar AS
Status Menkeu Tetap Menjabat (Bantah Mundur)
Rencana Reshuffle Tidak Ada (Konfirmasi Istana)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *