Tuesday, September 22

Sebagian Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan pada November


Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kondisi cuaca dan iklim di command center Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (22/7/2026(MI/VICKY GUSTIAWAN)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa permulaan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode tahun ini akan datang lebih lambat atau mundur dari biasanya. Kondisi tersebut diperkirakan melanda di 529 zona musim atau mencakup sekitar 61,08 persen dari total luas daratan Indonesia. Kendati demikian, puncak gelombang masuknya musim hujan di sebagian besar wilayah diprediksi baru akan terjadi pada November 2026 mendatang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa periode November 2026 akan menjadi fase di mana sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan, yakni mencakup 185 zona musim atau setara dengan 24,66 persen luas daratan Indonesia.

“Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia atau 510 zona musim sama dengan 69,76 persen luas daratan Indonesia diperdiksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya,” kata Teuku Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9).

Sementara puncak musim hujan diprediksi pada bulan Desember 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu di 155 zona musim atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.

“Puncak musim hujan berlanjut di Januari 2027, yaitu di 162 zona musim atau 25,68 persen luas daratan Indonesia. Dan nanti di bulan Februari 2027, yaitu di 190 zona musim atau 16,79 persen luas daratan Indonesia,” ungkapnya.

Sebagian besar wilayah Indonesia di 482 zona musim atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026-2027 yang lebih pendek dari normalnya. 

“Kami berharap prediksi musim hujan 2026-2027 dapat menjadi pijakan strategis untuk memperkuat perencanaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempertajam langkah mitigasi dan antisipasi di berbagai sektor yang terdampak oleh dinamika iklim,” pungkasnya. (P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *