
Memasuki hari ketujuh pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, seorang jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan harus mendapatkan perawatan intensif. Jemaah bernama Siska Pujiarto, 36, dirujuk ke Rumah Sakit (RS) King Abdul Aziz di Madinah, Arab Saudi, karena kondisi kesehatan yang menurun.
Selain Siska, dilaporkan pula jemaah lainnya, Ahmad Nurohman, 63, mengalami gangguan kesehatan berupa sesak napas. Ahmad saat ini harus menggunakan alat bantu pernapasan oksigen (O2) untuk menstabilkan kondisinya. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Umum Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, melalui keterangan resmi dari Madinah pada Sabtu (2/5/2026).
“Secara umum kondisi jemaah sehat, namun ada catatan kondisi kesehatan jemaah yang sakit dan harus dirujuk ke RS King Abdul Aziz. Selain itu, ada satu lagi jemaah yang mengalami sesak napas dan harus dipasang alat bantu pernapasan,” ujar Azmi.
Persiapan Pendorongan ke Makkah
Azmi menjelaskan bahwa setelah sepekan berada di Madinah, tim petugas mulai melakukan koordinasi intensif melalui Rapat Koordinasi Ketua Regu (Rakor Karu) dan Ketua Rombongan (Karom). Fokus utama saat ini adalah persiapan pendorongan jemaah menuju Makkah, khususnya bagi jemaah yang tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 8.
“Berkolaborasi dengan PPIH Kloter, kami melakukan pengontrolan konsumsi, visitasi kesehatan, hingga penjemputan bagi jemaah yang tersesat di area Masjid Nabawi maupun hotel lain,” terangnya.
Terkait kondisi cuaca, Azmi mengimbau jemaah untuk mewaspadai suhu ekstrem yang mencapai lebih dari 36°C. Edukasi mengenai konsumsi oralit terus digalakkan guna mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas terik Arab Saudi.
Imbauan Petugas: Jemaah yang merasa kondisi fisiknya tidak fit dianjurkan untuk melaksanakan ibadah di hotel guna menjaga stamina sebelum memasuki puncak haji di Makkah.
Layanan Lansia dan Aplikasi Nusuk
Dalam laporannya, Azmi menyebutkan bahwa proses ibadah di Raudhoh sejauh ini berjalan lancar dengan pemanfaatan aplikasi Nusuk dan fitur fast track. Petugas juga memberikan perhatian khusus pada jemaah lansia melalui tim pendamping dari Sektor 4.
“Kami berkomunikasi dengan tim pendamping lansia untuk memastikan jemaah yang berisiko dan tidak mandiri mendapatkan pendampingan optimal. Edukasi mengenai prosesi umrah wajib akan dilakukan pada Minggu pukul 22.00 WAS,” tambah Azmi.
Sebagai bentuk dukungan spiritual, jemaah Kloter 7 dan Kloter 8 juga telah menggelar doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran ibadah. Doa bersama tersebut dipimpin oleh Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, KH Labib Sodiq Suhaemi.
“Kami memohon doa dari tanah air agar seluruh jemaah dan petugas selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sempurna,” pungkasnya. (E-3)
