
PERTANDINGAN sengit bakal tersaji dalam lanjutan Super League saat Persebaya Surabaya menjamu tim promosi Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9). Kedua tim telah merampungkan persiapan akhir menjelang laga penting tersebut.
Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengonfirmasi telah menyiapkan strategi khusus berupa counter-pressing guna mengimbangi agresivitas tim tuan rumah. Strategi ini dirancang untuk meredam keperkasaan Persebaya yang dikenal tampil sangat dominan saat bermain di depan pendukungnya sendiri.
“Saya percaya serta berharap kami bisa meraih hasil bagus besok,” ujar Milos dalam konferensi pers prapertandingan secara daring di Surabaya, Jumat (18/9).
Joksic menyadari tantangan besar yang harus dihadapi anak asuhnya di Surabaya. Pelatih asal Serbia itu meminta timnya tampil optimal agar mampu membawa pulang poin penuh.
“Kami tahu mereka sangat kuat di kandang dan sangat menghormati mereka, tetapi tim kami harus menunjukkan performa yang jauh lebih baik daripada dua pertandingan pertama,” tegasnya.
Meski masih menghadapi beberapa kendala internal menjelang pertandingan, Joksic memastikan kondisi skuadnya relatif siap dan hampir seluruh pemain berada dalam keadaan siap tempur.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi pemain Garudayaksa FC, Andik Vermansyah. Pemain kelahiran Surabaya tersebut mengaku senang dapat kembali bertanding melawan klub yang membesarkan namanya, sekaligus bertemu kembali dengan suporter yang pernah mendukungnya. Kendati demikian, Andik menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap profesional di lapangan.
“Saya harus profesional dalam pekerjaan saya, dalam karier saya, yang penting saya pasti bangga sekali bisa bermain di Surabaya,” tutur Andik.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya menolak memandang sebelah mata kekuatan Garudayaksa FC. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mewaspadai kedalaman materi pemain lawan yang dinilainya dihuni banyak pemain berkualitas internasional.
“Mereka merekrut pemain timnas Serbia, Haiti, Republik Ceko, dan banyak pemain dari kasta tertinggi Portugal dan Azerbaijan,” ungkap Tavares pada kesempatan yang sama di Stadion GBT Surabaya.
Menurut Tavares, status tim promosi bukan menjadi jaminan laga akan berjalan mudah. Persebaya bahkan mengaku kesulitan memprediksi taktik lawan lantaran Garudayaksa sering mengubah komposisi skuad dan gaya bermain dalam dua laga awal, baik penggunaan formasi empat atau lima bek, maupun penerapan pressing tinggi.
Guna mengantisipasi ketidakpastian tersebut, pelatih asal Portugal itu menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap fokus menjalankan skema permainan sendiri. Tavares juga mengajak para pendukung setia Persebaya untuk memadati stadion.
“Kepada Bonek dan Bonita, datanglah besok untuk mendukung pemain kami, tim kami, karena nilai besok tetaplah tiga poin jika kita menang, dan jika tidak, itu adalah tiga poin yang hilang,” kata Tavares.
Kewaspadaan senada disampaikan bek Persebaya, Risto Mitrevski. Ia mengingatkan rekan-rekannya agar menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dan belajar dari pengalaman laga sebelumnya, di mana lawan mampu bangkit usai melewati tekanan pada 15-20 menit awal.
“Kalau kami tidak menanggapi dengan serius, dampaknya akan buruk bagi kami,” tutup Risto. (Antara/Z-2)
