
PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah berhasil melampaui target tahunan penyerapan beras dari pemerintah.
Hingga Jumat (9/10), realisasi serapan beras mencapai 12.824 ton atau setara 113 persen dari target.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, menyebut capaian ini sudah rampung sejak Agustus 2026. Keberhasilan ini lahir berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menyerap hasil panen petani di Sulteng.
“Sejak Agustus target sudah tercapai. Alhamdulillah per hari ini serapan beras sudah menyentuh 12.824 ton atau hampir 113 persen,” kata Jusri, Sabtu (10/10).
Jusri menjelaskan, penyerapan beras secara nasional pun telah memenuhi target 4 juta ton. Meski begitu, Bulog tetap memborong gabah dan beras petani demi memperkuat pasokan nasional serta menjaga kesejahteraan petani.
Penyerapan pasokan menyasar sejumlah kawasan sentra produksi padi, seperti Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Poso, dan Tolitoli.
Guna menjaga keterjangkauan harga konsumen, Bulog Sulteng menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kehadiran SPHP di lapangan memberi kepastian dan pilihan bagi masyarakat saat membeli beras di pasar,” tambah Jusri.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog Sulteng menembus 11 ribu ton per Kamis (8/10/2026). Pasokan ini mendapat dukungan tambahan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang masing-masing menyuplai 5 ribu ton.
Dengan capaian serapan tinggi dan pasokan melimpah, Bulog Sulteng optimistis mampu menjaga kestabilan harga serta ketersediaan beras hingga akhir tahun. (H-2)
