Wednesday, September 23

Televisi Bisa Jadi Pendamping Digital di Rumah


Ilustrasi(Dok istimewa )

PERAN televisi di rumah terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya TV lebih banyak digunakan sebagai perangkat hiburan untuk menikmati tayangan favorit, kini fungsinya berkembang menjadi bagian dari ekosistem digital yang mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI), konektivitas antarperangkat, hingga integrasi dengan desain interior rumah membuat pengalaman menonton menjadi semakin personal dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

Perubahan tersebut sejalan dengan berkembangnya ekspektasi konsumen terhadap perangkat elektronik di rumah. Jika dahulu kualitas gambar menjadi pertimbangan utama dalam memilih TV, kini masyarakat menginginkan pengalaman yang lebih intuitif, nyaman, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan mereka sehari-hari.

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan perangkat elektronik di rumah, termasuk televisi.

“Jika sebelumnya kualitas gambar menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan, kini konsumen menginginkan lebih dari sekadar spesifikasi teknis. Mereka mencari pengalaman menonton yang terasa lebih personal, intuitif, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari di rumah,” ujar Harry Lee.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi ditentukan semata oleh kecanggihan perangkat, melainkan oleh kemampuannya memahami kebutuhan pengguna dan menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja secara natural di balik layar untuk menghadirkan pengalaman yang lebih seamless, meaningful, dan nyaman bagi konsumen,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi dasar pengembangan berbagai inovasi terbaru Samsung, termasuk integrasi Samsung Vision AI pada lini televisi premium Samsung Micro RGB. Melalui teknologi tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang lebih adaptif dan personal tanpa mengharuskan pengguna melakukan banyak pengaturan secara manual.

Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah Micro RGB AI Engine Pro, yang memungkinkan televisi melakukan optimalisasi warna secara otomatis agar tampilan gambar terlihat lebih akurat, hidup, dan mendekati kondisi aslinya. Teknologi ini bekerja di balik layar untuk menyesuaikan kualitas visual sesuai konten yang sedang ditonton.

Tidak hanya itu, Samsung juga menghadirkan teknologi Glare Free yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya dari lampu maupun sinar matahari. Fitur tersebut dinilai semakin relevan seiring banyaknya keluarga yang menjadikan ruang keluarga sebagai pusat berbagai aktivitas di rumah.

“Teknologi seharusnya tidak membuat pengguna harus beradaptasi dengan perangkat. Sebaliknya, perangkatlah yang harus mampu memahami kebutuhan penggunanya. Itulah mengapa kami terus mengembangkan teknologi yang dapat bekerja secara otomatis dan natural sesuai konteks penggunaan,” ujar Harry.

Pemanfaatan AI juga terlihat melalui fitur AI Soccer Mode Pro yang secara otomatis menyesuaikan gambar dan suara ketika pengguna menonton pertandingan sepak bola. Sistem dapat membuat warna lapangan terlihat lebih hidup, menjaga pergerakan pemain tetap tajam, serta meningkatkan kejernihan suara komentator sehingga pengalaman menonton terasa lebih imersif.

Menurut Harry, pendekatan tersebut mencerminkan arah perkembangan industri televisi yang semakin berfokus pada personalisasi pengalaman pengguna.

“TV saat ini tidak lagi hanya menjadi perangkat hiburan. Perannya telah berkembang menjadi bagian penting dari cara keluarga menikmati waktu bersama, mengekspresikan lifestyle, hingga menjalani kehidupan digital mereka di rumah,” katanya.

Perubahan fungsi televisi juga terlihat dari semakin besarnya perhatian konsumen terhadap aspek desain. Tidak sedikit pengguna yang kini menginginkan perangkat elektronik yang tidak hanya berfungsi baik, tetapi juga mampu menyatu dengan karakter dan estetika hunian.

Melihat tren tersebut, Samsung memperluas konsep Vision of Art yang sebelumnya identik dengan lini The Frame ke Samsung Micro RGB. Melalui pendekatan ini, televisi tidak hanya berfungsi sebagai perangkat hiburan, tetapi juga dapat tampil sebagai bagian dari elemen interior rumah.

“Kami melihat TV semakin menjadi bagian dari lifestyle dan karakter rumah itu sendiri. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memungkinkan TV bertransformasi menjadi living canvas yang menyatu harmonis dengan interior rumah sekaligus memberi ruang bagi konsumen untuk mengekspresikan preferensi personal mereka,” ujar Harry.

Selain menghadirkan pengalaman yang lebih personal, Samsung juga menyoroti pentingnya keberlanjutan penggunaan perangkat. Menurut Harry, televisi merupakan investasi jangka panjang bagi banyak keluarga sehingga dukungan pembaruan sistem operasi menjadi faktor yang semakin diperhatikan konsumen.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Samsung menghadirkan dukungan 7 Years OS Update melalui Samsung Tizen OS. Kebijakan ini memungkinkan pengguna memperoleh pembaruan fitur dan pengalaman penggunaan yang terus berkembang tanpa harus mengganti perangkat dalam waktu singkat.

Di tengah meningkatnya jumlah perangkat yang saling terhubung di rumah, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian. Melalui Samsung Knox Security, perusahaan berupaya memberikan perlindungan terhadap data dan aktivitas digital pengguna, sementara integrasi SmartThings memungkinkan televisi terhubung dengan berbagai perangkat lain dalam satu ekosistem rumah pintar.

“Dalam rumah yang semakin terkoneksi, rasa aman dan kepercayaan menjadi semakin penting. Karena itu, inovasi bukan hanya soal menghadirkan fitur baru, tetapi juga memastikan pengalaman digital konsumen tetap aman, nyaman, dan relevan dalam jangka panjang,” kata Harry.

Ia meyakini perkembangan teknologi ke depan akan semakin berpusat pada manusia, bukan semata-mata pada perangkat yang digunakan.

“Pada akhirnya, masa depan teknologi bukan hanya tentang menghadirkan perangkat yang lebih pintar, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat semakin memahami manusia dan memperkaya kehidupan sehari-hari mereka. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang bukan hanya lebih canggih, tetapi juga lebih personal, lebih humancentric, dan lebih bermakna dalam setiap momen kebersamaan,” ujarnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa televisi kini tidak lagi sekadar layar untuk menikmati hiburan. Dengan hadirnya AI, konektivitas rumah pintar, serta integrasi desain dan gaya hidup, TV perlahan berevolusi menjadi pendamping digital yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan penggunanya dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga modern. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *