Wednesday, September 23

Orthovolution 2026 Hadirkan Inovasi Bedah Robotik dan Live Surgery


Orthovolution 2026(MI/HO)

SILOAM Hospitals Mampang secara resmi menyelenggarakan Siloam Orthovolution 2026: Symposium & Live Surgery untuk pertama kalinya pada Sabtu (6/6). Mengusung tema “Transforming Orthopaedic Care Through Innovation,” ajang ini menjadi tonggak sejarah bagi Siloam International Hospitals dalam memperkuat layanan muskuloskeletal di Indonesia.

Acara berskala besar ini bukan sekadar simposium biasa, melainkan momentum strategis bagi Siloam Hospitals Mampang untuk bertransformasi menjadi Siloam Orthopaedic Hospital. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan nasional yang modern, terintegrasi, dan berbasis inovasi teknologi terkini.

Kolaborasi Global dan Inovasi Klinis

Forum ini mempertemukan para ahli orthopaedi, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan untuk mendalami perkembangan terbaru dalam penanganan tulang, sendi, dan otot. Kehadiran pakar internasional seperti dr. Peter Gifford dari Brisbane, Australia, memberikan ruang transfer pengetahuan yang signifikan bagi tenaga medis lokal.

Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen grup untuk menghadirkan standar layanan kelas dunia. “Kami ingin menghadirkan keunggulan klinis dan kolaborasi multidisiplin yang berorientasi pada hasil terbaik bagi pasien,” ungkapnya.

Data Utama Siloam Orthovolution 2026









Komponen Acara Detail Informasi
Waktu Pelaksanaan Sabtu, 6 Juni 2026
Jumlah Pembicara 14 Pakar (Nasional & Internasional)
Peserta >200 Dokter dan Tenaga Medis
Sesi Utama 3 Sesi Live Surgery
Fokus Teknologi Robotic-Assisted Surgery, Navigasi Bedah, Regenerative Medicine

Pendekatan Holistik: Lebih dari Sekadar Operasi

Transformasi Siloam Hospitals Mampang mencakup layanan menyeluruh, mulai dari diagnosa awal hingga rehabilitasi medik. CEO Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menyebutkan bahwa rumah sakit ini diposisikan sebagai fasilitas premium dengan Center of Excellence di bidang orthopaedi.

Menariknya, para pendiri menekankan bahwa teknologi hanyalah alat untuk mencapai tujuan utama: mobilitas pasien. Prof. Dr. dr. Andri M. T. Lubis, Sp.OT, Subsp.CO(K), menyatakan bahwa inovasi harus diterjemahkan menjadi praktik klinis yang aman. Senada dengan itu, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO(K), mengingatkan bahwa tidak semua kasus berakhir di meja operasi.

“Tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak. Terapi konservatif dan rehabilitasi terarah memiliki peran yang sama pentingnya dengan tindakan bedah presisi,” jelas dr. Henry.

Kisah Keberhasilan Pasien

Keberhasilan inovasi ini dibuktikan melalui testimoni pasien. Iskandar Abubakar, pasien Total Knee Replacement (TKR), menceritakan bagaimana dukungan tim medis membantunya mengatasi kekhawatiran hingga mampu kembali beraktivitas.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Vera, pasien bilateral knee replacement (penggantian kedua sendi lutut). Hanya dalam waktu tiga bulan pascaoperasi, Vera tidak hanya kembali berjalan normal, tetapi juga berhasil memenangkan kompetisi olahraga. Pengalaman ini mempertegas bahwa integrasi teknologi dan perawatan pascaoperasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.

Melalui Siloam Orthovolution 2026, Siloam Hospitals Mampang memantapkan langkahnya sebagai pionir layanan orthopaedi modern di Indonesia, memastikan setiap pasien memiliki kesempatan untuk pulih dengan percaya diri dan kembali bergerak tanpa hambatan. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *