
TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua warga negara (WN) Rusia yang terjebak air pasang di Pantai Padang Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Proses penyelamatan dramatis tersebut berlangsung hingga Minggu (31/5) dini hari akibat medan yang ekstrem.
Kedua korban, yakni Shumskikh Ariadna Anatolievna, 22, dan Kristia Kirill Eduardovich, 23, ditemukan dalam kondisi selamat setelah terjebak di area tebing pantai. Tim SAR harus menggunakan teknik evakuasi di ketinggian (high angle rescue) untuk mengangkat kedua korban dari posisi mereka yang terisolasi oleh naiknya permukaan air laut.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu, menjelaskan bahwa keputusan menggunakan teknik tali diambil setelah mempertimbangkan keselamatan tim dan korban di tengah kondisi lapangan yang sulit.
“Sekitar pukul 02.00 Wita, korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Wahyu pada Minggu (31/5).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat kedua WNA tersebut menyusuri bibir pantai pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 17.00 Wita. Tanpa disadari, air laut mulai pasang dengan cepat. Menjelang malam, debit air yang semakin tinggi menutup jalur akses utama, membuat keduanya terjebak dan tidak bisa kembali ke titik awal.
Laporan kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 21.20 Wita dari seorang warga bernama Wedi. Menanggapi laporan tersebut, tim segera berkoordinasi dengan Balawista dan Polsek Kuta Selatan sebelum memberangkatkan personel ke lokasi kejadian.
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Identitas Korban | Shumskikh Ariadna Anatolievna (22) & Kristia Kirill Eduardovich (23) |
| Lokasi Kejadian | Pantai Padang Padang, Pecatu, Badung, Bali |
| Waktu Evakuasi Berhasil | Minggu, 31 Mei, Pukul 02.00 Wita |
| Teknik Evakuasi | Evakuasi ketinggian (menggunakan tali) |
| Unsur Terlibat | Basarnas Denpasar, Polairud Polresta Denpasar, Balawista, Masyarakat |
Proses Evakuasi
Setibanya di lokasi pada pukul 22.05 Wita, tim gabungan langsung melakukan penilaian medan berdasarkan koordinat yang dikirimkan korban. Mengingat jalur darat tertutup air dan kondisi tebing yang curam, satu personel diturunkan menggunakan tali untuk menjangkau korban. Kedua WNA tersebut kemudian ditarik ke atas satu per satu secara perlahan.
Operasi ini melibatkan sedikitnya 7 personel Rescue Basarnas Denpasar, 3 personel Polairud Polresta Denpasar, serta 2 personel Balawista yang dibantu oleh rekan korban dan warga setempat. Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, kedua WN Rusia tersebut diserahkan kepada pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. (Z-1)
